Rano Karno Pede Film Si Doel Bakal Menyaingi Dilan

Rima Wahyuningrum/Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 08 206 1908040 rano-karno-pede-film-si-doel-bakal-menyaingi-dilan-eyQDrA9xw1.jpg

JAKARTA - Tayang sejak tahun 90-an, sinetron Si Doel hingga kini masih terus ditayangkan di RCTI demi memuaskan rasa rindu para penggemarnya. Bahkan di 2 Agustus mendatang, sinetron yang diperankan oleh Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Mandra, hingga Suti Karno ini, akan mulai tayang serentak di bioskop dalam format film layar lebar.

Mendapatkan banyak penonton tentu menjadi salah satu harapan para sineas terhadap karya mereka. Namun, kini generasi telah berubah. Masyarakat yang lahir ditahun 2000an dan tentu tidak mengenal Si Doel seperti orang-orang yang lahir pada generasi 90an.

Lantas, bagaimana strategi Rano Karni dan Falcon meraih banyak penonton?

"Armada itu viewernya hampir 200 juta, oleh karena itu saya meminta Armada menyanyikan lagu si Doel, itu salah satu strategi sebetulnya. Agar anak-anak milenial nonton," ujar Rano Karno yang ditemui di konfrensi pers peluncuran poster dan trailer film Si Doel The Movie, di Galeri Semesta, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).

"Saya enggak minta banyak, 10 persen saja cukup, jadi 20 juta kan, dsri Armada saja. Belum dari Wizzy, dari penggemar kita juga," sambungnya.

Mengaku tidak berani memprediksikan jumlah penonton, Rano Karno mengaku optimis akan kesuksesan film yang tidak hanya mengangkat namanya, tetapi juga para pemeran lain. Bahkan ia berani mengungkapkan bahwa kelak film ini akan sukses seperti film Dilan.

 

"Umur saya sudah berapa, tapi ternyata anak-anak milenial tahu tentang Si Doel. Jadi saya tidak berani mendahulukan berapa targetnya, tapi melebih Dilan barangkali," tegasnya.

"Kalau target penonton saya mengamini bang Doel saja," timpal Frederica selaku produser dari Falcon Pictures.

Sementara itu, Rano Karno yang juga berperan sebagaisutradara dalam film ini mengaku memiliki strategi untuk memperkenalkan sekaligus membuat para penonton bisa bernostalgia dengan kisah lalu Si Doel. Bukan dengan gambar, namun dengan suara yang bisa mengingatkan penonton dengan sosok ayahanda Doel beserta pemain lainnya.

"Saya tidak akan memakai gambar, tapi saya akan memakai suara. Karena gambar mungkin akan beda, tapi suara tetap abadi," tuturnya.

"Jadi nanti di awal film bisa mendengar suara babe dan suara orang-orang yang pernah ada. Itu memang sengaja," tandasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini