Movie Review: Jurassic World: Fallen Kingdom dan Formula Klasiknya yang Monoton

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 06 Juni 2018 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 06 206 1907216 movie-review-jurassic-world-fallen-kingdom-dan-formula-klasiknya-yang-monoton-2gDiFZ2Kby.jpg Jurassic World: Fallen Kingdom (Foto: Universal Pictures)

JAKARTA – Memasuki bulan Juni, beberapa rumah produksi besar Hollywood kembali mengeluarkan jagoan-jagoannya untuk beradu di layar lebar. Tercatat ada beberapa film blockbuster besar yang siap bertarung untuk menggaet penonton, salah satunya adalah Jurassic World: Fallen Kingdom dari Universal Pictures.

Baca Juga: Biografi Singkat Kate Spade, Mantan Wartawan yang Sukses Jadi Fashion Desainer

Film ini merupakan sekuel dari Jurassic World (2015), yang secara penghasilan bisa dibilang sukses besar. Dengan mengandalkan kerinduan masyarakat untuk melihat hewan-hewan yang sudah punah, film arahan Colin Trevorrow itu menjadi salah satu film dengan pendapatan kotor terbesar di industri perfilman Hollywood.

Universal lantas mengembangkan waralaba dinosaurus ini untuk menjadi sebuah trilogi baru setelah Jurassic Park. Sayangnya, Trevorrow tidak melanjutkan tugasnya sebagai sutradara untuk film kali ini. Peran sutradara justru dipercayakan kepada J. A. Bayona, sutradara asal Spanyol yang mengarahkan film The Impossible dan A Monster Calls, dan Trevorrow malah turun sebagai penulis naskah skenario bersama Derek Conolly.

Jurassic World: The Fallen Kingdom

Fallen Kingdom masih mengandalkan duet Bryce Dallas Howard sebagai Claire Dearing dan Chris Pratt sebagai Owen Grady. Misi mereka kali ini lebih jelas, menyelamatkan kerajaan dinosaurus dari kepunahan melanjutkan film pertamanya.

Mengambil setting beberapa tahun setelah kejadian di film pertama, Taman Jurassic World yang hancur berkeping-keping kini menyisakan para dinosaurus yang mendapat ancaman baru dengan hadirnya aktivitas tinggi dari gunung berapi di sana. Pemerintah setempat secara mengejutkan mengambil langkah untuk membiarkan para dinosaurus punah karena tak ingin mengancam populasi manusia jika harus diselamatkan.

Kendati menawarkan konflik-konflik baru, Jurassic World: Fallen Kingdom nyatanya tetap mengemas filmnya tak jauh berbeda dengan film-film Jurassic yang lama. Formula-formula lama seperti kebodohan kecil yang mengancam jiwa seseorang, aksi kejar-kejaran dengan dinosaurus, atau bahkan menciptakan sebuah ketegangan dari teror dinosaurus karnivora secara konstan digunakan sepanjang jalannya film.

Hal ini tentu saja terasa sangat monoton dan membosankan karena pada dasarnya Jurassic World tidak menawarkan sebuah sensasi menonton yang berbeda. Para audiens otomatis hanya disuguhkan penegasan bahwa Jurassic World berbeda satu level dari Jurassic Park karena mampu menciptakan spesies-spesies dinosaurus baru hasil kreasi DNA Dr. Henry Wu (BD Wong). Tagline “Menciptakan makhluk baru dari serpihan-serpihan masa lalu” seolah menjadi sesuatu yang sangat menjual di film kedua ini.

Padahal jika dipikir-pikir, film ini memiliki potensi besar untuk bisa tampil lebih berbeda dari para pendahulunya. Sebagai contoh, Jurassic World pertama memperkenalkan satu prototype dinosaurus baru yang dinamai oleh Dr. Wu sebagai Indominus Rex. Makhluk hybrid dengan gabungan beberapa DNA ini tamat riwayatnya di rahang Mosasaurus, satu spesies besar yang hidup di dalam air.

Jurassic World: The Fallen Kingdom

Aksi kejar-kejaran di daratan mungkin sudah terbilang membosankan karena ditawarkan dari film Jurassic Park pertama, namun apa jadinya jika Jurassic World menyoroti kehidupan para dinosaurus di bawah laut? Sepertinya hal itu justru akan menjadi sebuah penawaran baru yang menjanjikan bagi para penikmat film.

Secara keseluruhan, Jurassic World: Fallen Kingdom masih berada di jalur aman, yakni menghasilkan pundi-pundi Dollar dari penjualan visual makhluk-makhluk purba. Pun di film kali ini mereka menawarkan satu prototype dinosaurus baru bernama Indoraptor, masih hasil kreasi dari Dr. Wu.

Okezone memberikan nilai 6,8 untuk Jurassic World: Fallen Kingdom. Film ini kurang bersinar karena formula-formula lamanya sudah mulai terbaca dan menjadi biasa di mata para penonton.

Baca Juga: Kocaknya Ucapan Ulang Tahun Raisa dari Nino "Ran" & Asri Welas

Jurassic World: Fallen Kingdom akan mulai tayang di Indonesia per hari ini, Rabu (6/6/2018). Penasaran seperti apa kelanjutan kisah para dinosaurus yang terancam punah? Saksikan saja di bioskop-bioskop terdekat.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini