Share

Biografi Singkat Kate Spade, Mantan Wartawan yang Sukses Jadi Fashion Desainer

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 06 Juni 2018 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 06 33 1907210 biografi-singkat-kate-spade-mantan-wartawan-yang-sukses-jadi-fashion-desainer-sUXKRCL3ph.jpg Kate Spade (Foto: ABC News)

NEW YORK - Berita mengenai kematian Kate Spade kini menjadi salah satu topik paling dibicarakan oleh masyarakat dunia. Hal ini dikarenakan fashion desainer tersebut dilaporkan ditemukan meninggal di rumahnya, dengan keadaan tergantung meggunakan syal berwarna merah.

Bagi sebagian orang, Kate merupakan salah satu desainer dan pebisnis wanita yang sangat sukses. Namun, jarang orang yang mengetahui jika ternyata, pekerjaan pertama Kate ternyata adalah wartawan lho!

Merangkum dari laman ABC News, Rabu (6/6/2018), nama asli dari Kate adalah Katherine Noel Brosnahan. Dia lahir di sebuah keluarga kecil yang tinggal di Kansas City, Missouri, Amerika pada 1962.

 

Pada saat kuliah, dia memilih untuk mengecap pendidikan jurnalisme di Arizona State University. Setelah empat tahun kuliah, Kate kemudian lulus pada tahun 1985 dengan nilai memuaskan.

Tak lama kemudian, dia bekerja sebagai wartawan di majalah fashion kenamaan, Mademoiselle. Pada saat masuk, dia langsung ditempatkan di departemen aksesori fashion, di mana dia menemukan bidang yang dia minati.

Pada akhirnya, Kate memutuskan untuk menginggalkan Mademoiselle pada tahun 1991. Kemudian, dia muncul di majalah Masthead sebagai editor fashion senior dan kepala aksesori fashion.

Ketika bekerja di Mademoiselle, dia melihat ada kebutuhan untuk tas fashion. Pada saat itulah, Andy Spade yang kala itu adalah pacarnya, meyakinkan Kate untuk mengisi kekosongan tas fashion.

- Baca Juga: Keluarga Buka Suara Soal Kematian Kate Spade

"Pada saat itu, tas terlalu rumit, dan saya benar-benar menyukai bentuk arsitektur yang sangat sederhana," kata Spade saat diwawancara di sebuah acara tahun lalu.

"Saya suka mengguakan bentuk-bentuk yang sangat sederhana, tidak ada yang merupakan desainer terkenal. Maksud saya, mereka belum memiliki nama," katanya. "Jika seseorang berkata, 'Milik siapa itu?' Saya akan mengatakan, ‘Saya tidak tahu. Saya membelinya di toko antik atau tas jerami yang saya dapatkan di Meksiko’. Dan mereka semua sangat sederhana, dan saya berpikir, 'Wah, mengapa kita tidak dapat menemukan sesuatu yang bersih dan sederhana dan modern'," lanjutnya.

Kemudian, berkat dukungan dari Andy, dia memberanikan diri untuk meluncurkan tas dengan label sendiri. Hal ini dilakukannya pada Januari 1993, dengan label ‘Kate Spade Handbags’, yang dibarengi juga dengan didirikan perusahaannya yang bernama Spade.

"Aku bukan Kate Spade. Aku Kate Brosnahan, dan aku terus menggunakan nama-nama ini, dan Andy terus mengatakan 'Kate Spade' karena kami 50-50 mitra," katanya.

Setahun kemudian, Kate dan Andy memutuskan untuk menikah. Kemudian, Kate merubah namanya menjadi Kate Spade.

Kate menjelaskan, pada awalnya mereka membuat tas goni dengan pinggiran rafia. Selain itu, tas tersebut dibuat dengan teknik anyaman yang cantik. Dia juga meluncurkan tas kulit segi empat berwarna-warni yang kemudian disorot oleh editor mode dan para penggemar fashion.

Atas kejeliannya melihat mode, pada 1998 dia berhasil mendapatkan keuntungan tahunan mencapai USD27 juta atau sekira Rp374 miliar. Dan pada 1999, Neiman Marcus Group membeli saham Kate Spade New York sebanyak 56 persen, dengan tawaran USD30 juta atau sekira Rp415,6 miliar.

"Dia memiliki loyalitas merek seperti yang belum pernah saya lihat," Hitha Herzog, kepala penelitian H Squared Research. "Ada wanita yang mulai membawa tas jinjingnya pada tahun 1997 dan masih mengenakan barang-barangnya sekarang. Ini adalah salah satu merek yang memiliki kesetiaan generasi. Meskipun Kate, sayangnya, tidak hidup lagi, nama merek dan kesetiaan mereknya akan berlanjut."

 

Tak ketinggalan, Herzog juga memuji Tapestry, perusahaan yang mengakuisisi rumah mode Kate Spade. Dia mengatakan bahwa Kate harus bisa menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda dan tertarik dengan fashion.

"Ketika yang lain datang melalui barisan, mereka melihat ke arahnya untuk melihat bagaimana dia dapat menavigasi dunia ritel. Apa yang ia ciptakan akan selalu menjadi fondasi dalam industri fashion. Ini adalah merek yang wanita yang berusia antara 20 hingga 34 tahun pakai, mulai dari tahun 1993 hingga sekarang. Anda juga akan selebriti yang mengenakan produknya di karpet merah," paparnya.

Sekedar diketahui, Spade dan Andy menjual sisa saham mereka di perusahaan tersebut pada 2015 kepada perancang sepatu Stuart Weitzman. Stuart pun setuju untuk membayar USD574 juta atau sekira Rp7,9 triliun untuk membeli saham tersebut.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini