Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lulusan Abang None Jakarta Terus Optimistis Majukan Seni dan Budaya Betawi

Alan Pamungkas , Jurnalis-Senin, 09 April 2018 |02:59 WIB
Lulusan Abang None Jakarta Terus Optimistis Majukan Seni dan Budaya Betawi
Adjie Chas (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Ajang pencarian bakat, Abang None Jakarta terus dilakukan demi bisa memajukan DKI Jakarta, baik dari segi seni budaya hingga perekonomian. Lulusan Abang Jakarta 2017, Adjie Reedwane Mas Nasroel Aldrin Chas (Adjie Chas) pun berkomitmen untuk terus bisa memajukan Jakarta.

Membuat wadah untuk anak muda agar bisa menuangkan ide kreatif adalah kegiatan yang sering ia lakukan. Dengan demikian, kemajuan anak muda Jakarta baik dari segi seni budaya hingga lainnya bisa terus berjalan.

"Saya suka menuangkan ide kreatif dan membuat wadah, karena kita anak muda banyak ide kreatif tapi tidak ada wadah. Di sini ingin buat wadah yang punya ide kreatif bisa berkarya. Sehingga saya lebih menginginkan membuka wadah untuk ide kreatif itu. Karena memang background keluarga saya yah enterpreneur," jelas Adjie Chas saat berbincang dengan awak media.

(Baca Juga: Intip Konsep Unik Pernikahan Chef Aiko dan Saugi, Ala Bikers dengan Nuansa Vintage Classic)

(Baca Juga: Audisi The Voice Kids Indonesia Season 3 di Manado Diserbu Talenta Muda)

Cucu dari Nasroel Chas, penggagas dari Sudirman Central Business District (SCBD) ini menyoroti beberapa budaya Jakarta, khususnya Betawi yang mulai memudar. Contohnya, Ondel-Ondel. Baginya Adjie saat ini, Ondel-Ondel telah kehilangan derajatnya. Sebab, kini Ondel-Ondel dijadikan alat untuk mengamen. Padahal Ondel-Ondel sendiri hanya bisa dimainkan dalam acara sakral tertentu.

"Tentu melihatnya sangat miris yah. Ini yang membuat saya tergerak agar masyarakat juga paham apa kegunaan Ondel-Ondel. Banyak disalahgunakan saat ini Ondel-Ondel. Harusnya digunakan untuk acara kebudayaan," jelasnya pria berusia 20 tahun tersebut.

Kemudian, yang menjadi sorotan Adjie adalah salah satu aliran silat Betawi di Jakarta Barat yang mulai menghilang. Ia pun konsisten untuk terus membuat kegiatan agar silat bisa terus berkembang. "Terus juga silat Betawi salah satu aliran yang berasal dari Jakarta Barat sedikit jadi langka," jelasnya.

Mimpinya adalah seni dan budaya Jakarta bisa menjadi pekerjaan dan bisa menghasilkan dari segi keuangan. Dengan demikian, pengangguran di Jakarta bisa sedikit berkurang.

"Jadi saya ingin menggabungkan kebudayaan dan kesenian dengan wadah pekerjaan. Saya ingin mengurangi angka pengangguran di Jakarta," tandas pria yang kuliah di Bina Nusantara jurusan marketing communication itu.

(aln)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement