JAKARTA - Kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah ramai dikaitkan dengan rumor overdosis. Spekulasi ini bergerak liar di berbagai platform media sosial, seperti X dan TikTok.
Menjawab rumor tersebut, tim medis dari rumah sakit yang menangani Lula pertama kali pun merilis keterangan resmi kepada media, pada 24 Januari 2026.
Haryanto, dokter spesialis jantung yang turut menangani Lula mengungkapkan, Lula tiba di IGD dengan kondisi fisik yang sudah sangat lemah.
Tim dokter pun bergerak cepat melakukan prosedur penanganan pasien kritis. Dari hasil evaluasi klinis, tim dokter mendapatkan adanya gangguan irama jantung yang bersifat fatal pada pasien.
Kondisi itu, menurut Haryanto, bisa disebabkan kelelahan fisik berat yang memicu henti jantung mendadak. Haryanto menambahkan, tim medis juga melakukan prosedur rutin berupa pemeriksaan toksikologi terhadap pasien dengan kasus kematian mendadak.
"Dari hasil pemeriksaan laboratorium dan toksikologi tidak ditemukan adanya zat adiktif, alkohol, maupun obat-obatan terlarang dalam tubuh pasien. Sehingga bisa dipastikan, kematian tidak disebabkan overdosis," imbuhnya.