nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polo Srimulat Berharap Ada Program Pemerintah yang Bantu Bangun Regenerasi Seni Ludruk dan Ketoprak

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 07:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 33 1872367 polo-srimulat-berharap-ada-program-pemerintah-yang-bantu-bangun-regenerasi-seni-ludruk-dan-ketoprak-rHo9TjeJEw.JPG

JAKARTA - Besar dari seni hiburan tradisional, Polo Srimulat menyesalkan minimnya regenerasi terhadap kebudayaan tersebut. Seperti diketahui, kesenian tradisional seperti ludruk, ketoprak dan wayang orang mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia.

Komedian bernama asli Christian Barata Nugroho tersebut tak ingin kesenian tradisional berakhir punah.

“Ini kan kesenian tradisional, ludruk, ketoprak, wayang orang kalau gak ada perjuangan dari kita mungkin punah jatuhnya nanti. Padahal bangsa yang besar kan bangsa yang mengenal dengan budayanya sendiri. Kalau seperti ludruk, ketoprak, wayang orang gak ada kan berarti menjadi bangsa yang selesai,” ujar Polo saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).

Saat ditanya lebih lanjut pokok permasalahan dari kurangnya regenerasi di dalam hal ini, Polo menganggap banyak akarnya.

“Kalau ditanya siapa yang salah kalau ludruk gitu ya yang salah ya semuanya. Kalau misalnya pemerintah sendiri ya harusnya konsisten memberikan dukungan khususnya terhadap seni tradisional supaya keberadaannya tidak punah. Kalau dari pemerintahnya sendiri sudah gak ada program ya siapa yang mau kerja?” lanjutnya.

(Baca Juga: Jadwal Tayang Film Teman Tapi Menikah Berubah Jadi 28 Maret)

(Baca Juga: Alami Gangguan Penyakit, Waldjinah Harus Terbaring Sembilan Bulan di Tempat Tidur)

Sementara dalam kasus ludruk, Polo menganggap regenerasi terjadi hanya dari turun-temurun keluarga.

“Seni tradisional regenerasinya kalau orang bilang sekarang itu proyek keluarga. Artinya keluarga seniman yang masih eksis aja, dia punya anak, turun-temurun,” imbuhnya lagi.

Polo berharap agar semua pelaku industri seni tradisional senior bisa mengajak juniornya untuk lebih mencintai kesenian semacam ludruk dan ketoprak. Dengan demikian kesenian ini tidak akan punah di masa depan.

 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini