Matahari Terbit sendiri bukan lagu nasional sehingga memungkinkan untuk diaransemen ulang dan dikomersilkan selagi pewaris WR Supratman mempersilakannya.
"Ini bukan lagu nasional memang. Tapi yang terpenting ada izin untuk mengaransemen ulang. Soal urusan ke depannya nanti, akan dibicarakan seandainya lagu tersebut dikomersilkan," jelas Budi Harry.
Sementara itu, Maharya akan meluncurkan Matahari Terbit dalam waktu dekat. Ia pun antusias melihat respons masyarakat nanti ketika lagu ini hadir dengan nuansa baru.
"Keluarga WR Supratman terharu saat kami kunjungi dan ceritakan tentang proyek musik ini. Matahari Terbit akan diluncurkan tepat pada 1 Rajab 1439 Hijriyah nanti. Selama ini sudah banyak lagu-lagu perjuangan dan mars kebangsaan yang diaransemen ulang oleh para musisi Indonesia. Namun, Maharya punya karakter tersendiri," jelas Satrio Diponegoro vokalis Maharya.
Seperti diketahui, lagu Matahari Terbit diciptakan WR Supratman untuk menambah nasionalisme bangsa Indonesia. Namun pada 1939 lagu tersebut sempat dicekal oleh Belanda lantaran dianggap mendukung Jepang karena judulnya. Lagu Matahari Terbit sempat hilang nada karena jarang diketahui publik.
(aln)