Sebagai lanjutan, GKR Bendara menyampaikan informasi tentang bagaimana harusnya ukuran parang di batik raja, permaisuri, hingga putri. “Rijksblad atau pranatan dalem, tercantum larangan2 motif-motif ter tentu di dalam Kraton. Pengunaan Parang hanya boleh untuk kerabat Kraton. Yg ber ukuran 12 cm hanya diperuntukan Raja, yg ber ukuran 8 cm untuk Permaisuri dan yg lebih kecil lagi unt putri dan Pangeran,” jelas GKR Bendara.
Mendapat kritikan demikian dari internal Kraton Yogyakarta langsung, Hanung Bramantyo tidak tinggal diam. Sayangnya, suami Zaskia Mecca itu terkesan tidak menggubris kritikan dari GKR Bendara. Pasalnya, Hanung sibuk memberikan penjelasan sejarah tentang Sultan Agung dalam postingan-postingannya di Instagram, tanpa membahas kritik dari GKR Bendara.
“Raden Mas Rangsang, dinobatkan menjadi Raja Mataram dengan gelar Susuhunan Agung Hanyokrokusumo ketika umur 20th. Dari kecerdasan ABG ini, Mataram mengalami puncak Kejayaannya sebagai Kerajaan yang berani menentang VOC di Batavia,” demikian sepenggal caption panjang Hanung.
(kem)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri