JAKARTA – Hanung Bramantro sedang menggarap film baru berjudul Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta. Belum juga tayang, sayangnya film yang dibintangi oleh Aryo Bayu tersebut sudah mendapat kritik.
Baca Juga: Rumah Baru Syahnaz dan Jeje Menarik Perhatian, Yuk Intip Isinya
Tak tanggung-tanggung, kritik datang langsung dari Putri Kraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendara. Putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X tersebut melihat adanya kesalahan pada pakaian atau kain batik yang dipakai pemain di Sultan Agung.
Menurut GKR Bendara, apa yang dikenakan para pemain di Sultan Agung tidak sesuai dengan pakem yang berlaku di Kraton Yogyakarta. Pemilik nama asli Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni menyampaikan kritikannya melalui Instagram sembari memberikan penjelasan yang seharusnya.
“Aduuuh duh duh... hancur hati ku... yg memerankan Sultan Agung kok ya pake parang yg kecil dan warna nya biru pula 😭😭😭... padahal yg membuat Parang Barong adalah Ibu beliau. Malah yg memerankan Abdi dalem di belakangnya yg pake Parang lbh besar 😱😱😱😱,” tulis wanita 31 tahun tersebut
Ia melanjutkan, “Iki piye iki piye jal.. Check di FB kratonjogja aja ada loh referensinya. Baru minggu lalu sy bicara tentang Parang Barong di Pameran Taman Pintar. Sedih saya lihatnya... #hancurhatiku #kitapelestaribudaya.”