nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan Slamet Rahardjo Eksis di Dunia Hiburan: Jangan Buat Diri Kamu Basi

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 06 33 1868454 pesan-slamet-rahardjo-eksis-di-dunia-hiburan-jangan-buat-diri-kamu-basi-IGRqnJC8Bm.jpg

JAKARTA - Aktor senior Slamet Rahardjo mengungkapkan alasannya bisa terus eksis di dunia hiburan selama 44 tahun terakhir. Bagi Slamet Rahardjo, dunia perfilman selaras dengan ilmu kehidupan sehingga bisa secara mudah untuk dipelajari dan dipertahankan.

"Jangan buat diri kamu jadi basi, makan makanan yang segar buat diri kamu segar, dan jangan sekali-kali kamu berhenti mempelajari hidup," terangnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Senin 5 Maret 2018.

"Jadi menurut saya mempertahankannya gampang, yaitu memberi, memberi perhatian, memberi dorongan, memberi semua kepada semua orang, maka kamu akan mengetahui nilai manusia, dan jika kamu mengetahui nilai manusia, semua orang membutuhkan kamu, termasuk film. Saya tidak pernah minta-minta main, saya selalu di telfon 'om main ya om'," tambah pemain film Filosofi Kopi itu.

Seperti diketahui, Slamet Rahardjo memulai kariernya sejak tahun 1974 dan namanya masih bersinar sampai saat ini. Kemampian aktingnya seakan tak perlu diragukan lagi dan kerap menjadi inspirasi para aktor muda.

BACA JUGA: Dunkirk Sukses Kawinkan Trofi Oscar 2018 untuk Sound Editing & Sound Mixing

BACA JUGA: Isi Goodie Bag untuk Nomine Oscar 2018 Capai Rp1,3 M

Dalam kesempatan tersebut, Slamet Rahardjo menjelaskan bahwa perlu ada perjuangan yang kuat untuk bisa bertahan di industri hiburan Tanah Air. Maklum, persaingan di dunia perfilman memang cukup ketat dan selalu ada pendatang baru di setiap tahunnya.

"Syarat saya terhadap film maker satu, cerdas, kalau enggak cerdas berhenti saja, kasian nanti umurnya cuma 4 bulan, 6 bulan diomongin orang," katanya.

Berkarier di segala jaman, Slamet Rahardjo juga mengalami banyak perubahan di dunia perfilman. Kemajuan teknologi menjadi salah satu perbedaan yang diharapkan tidak membuat generasi muda meremehkan satu sama lain.

"Lebih maju dalam teknologi, ahli teknologi buat kemajuan ini bukan untuk kita menggampangkan ya, teknologi maju hanya untuk membuat praktis tapi bukan untuk menggampangkan suatu hal. 'Ah salah dialog dikit kan bisa diulang, diedit' nah kurang ajar kalau yang kaya gitu," pungkas aktor sekaligus penulis skenario tersebut.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini