nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta di Balik Tidur Panjang NIDJI di Belantika Musik Tanah Air

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 11:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 03 205 1839269 5-fakta-di-balik-tidur-panjang-nidji-di-belantika-musik-tanah-air-b6LNXDFPPc.jpg Nidji (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pada penghujung 2017 datang kabar mengejutkan dari band Nidji yang menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk rehat. Band beranggotakan Giring, Rama, Adri, Ariel, Randi dan Andro tersebut menyatakan diri untuk 'tidur panjang' alias vakum untuk beberapa waktu yang belum ditentukan.

Kepada Okezone, Gio selaku manajer dari Nidji menjabarkan fakta-fakta di balik keputusan masa vakum hingga nasib kedepan band pelantun tembang hits Hapus Aku tersebut. Mulai dari keputusan Giring ke politik hingga hutang album kepada label.

Berikut 5 fakta yang membuat Nidji vakum saat ini :

(Baca Juga: Sandra Dewi Ungkap Perjuangan Persalinan Normal Anak Pertama)

(Baca Juga: Gemas Lihat Patung Muhammad Ali, Via Vallen Pukul-Pukul Manja)

1. Giring jadi politisi

Keputusan Giring Ganesha untuk terjun ke partai politik, masuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi momok besar bagi nasib Nidji. Pasalnya, keinginan vokalis band tersebut telah dicanangkan sejak satu tahun sebelumnya.

"Nidji 'tidur panjang' itu vakum. Kalau ditanya karena apa, Giringnya mau rehat. Dia mau terjun ke politik masuk partai PSI dia akan maju di dapil Bandung. Kemudian terus sampai kapannya belum tahu. Keputusan ini sudah ada dari setahun yang lalu, ketika itu Giring juga sudah ngomong ke anak-anak dan label," jelas Gio.

2. Terjadi ketegangan antara personel

Di balik keputusan Giring tersebut rupanya terjadi ketegangan berbagai pihak baik personel dan label. Hingga akhirnya mereka memaklumi keinginan pria beranak dua tersebut.

"Di dipertengahan sebelum lebaran bahasan itu semakin menguat dan enggak bisa gua pungkirin, itu sempat ada friksi sehingga lumayan sempet ada tegang-tegangan di dalam. Baik dari personel yang lain, Giring dengan perusahan rekaman atau manajemen artisnya," ujar Gio.

"Tapi akhirnya Alhamdulillah di terakhir-terakhir, the end of the year, semuanya bisa menerima keputusannya Giring sampai akhirnya 'Ya udah kita enggak (bubar) jadi cuma vakum'," tegasnya.

3. Terbitlah NEV+

Di tengah masa vakum dan disela-sela jadwal Nidji, para personel membentuk NEV (Nidji Electronic Version) dengan membawakan lagu-lagu mereka versi EDM. Mereka tidak menggantikan posisi Giring sebagai vokalis, melainkan menggandeng sederet penyanyi untuk berkolaborasi dalam proyek musik mereka.

"Kalau untuk the rest of the guys, yang lain, jadi dulu Nidji punya konsep Nidji Electronic Version (NEV) di kemudian daripada mereka bikin band baru, karena sisanya masih ingin tetap bermusik kan cuman Giringnya enggak ada. Teman-teman berpikir kalau ambil vokalis baru Nidji ya vokalisnya enggak bisa digantiin," papar Gio.

"Jadi mereka nerusin NEV tapi ditambahin + (plus) jadi NEV+, plusnya itu plus orang lain. Ada Dhea, Bams, Sophia Latjuba. Jadi NEV+ itu open platform untuk vokalis-vokalis yang diiringi personel Nidji. Basicly, the music is feel the same mereka bawain lagu-lagu hitsnya Nidji cuman dengan versi EDM," jelasnya.

4. Pembatalan konser Nidji jadi langkah awal vakum

Pada April 2017, mereka sempat mengumumkan akan menggelar konser tunggal perdana bertajuk 'Nidji Arti Sahabat Live in Concert' yang rencananya diadakan pada 5 Mei 2017 di Balai Kartini Expo, Jakarta. Namun, mendadak mereka mengumumkan pembatalan lantaran suasana tegang Jakarta.

"Pembatalan konser waktu itu justru konser waktu itu diperuntuhkan the last concert dari Nidji, sebenarnya. Waktu itu dibatalin karena situasi Jakarta yang kurang kondusif. Karena kan waktu itu di Jakarta setiap ada tanggal cantik jadi ajang demonstrasi. Karena kebetulan tanggal kita, tanggal cantik juga 5 (tanggal) - 5 (bulan) karena album kelima," terang Gio.

Di balik itu, rupanya ada 'andil' kisah Giring yang menjadi langkah awal kode vakum band Nidji.

"Jadi, sebenernya konser itu sebenernya udah salah satu bridging vakumnya band ini sebelumnya, jadi gagalnya bukan karena itu (Giring) malah justru konser itu peruntungan vakumnya Giring sebenernya," jelasnya.

5. Utang satu album

Band Nidji mengawali karier dengan meluncurkan album bersama label Musica Studio's pada 15 tahun lalu lewat album Breakthru'. Mengingat keputusan vakum saat ini, rupanya mereka meninggalkan utang untuk penggarapan album.

Terakhir, mereka meluncurkan album bertajuk "Love, Fake & Friendship' pada 18 Juni 2017 dan telah menggelar promo hingga ke negeri tetangga, Malaysia.

Hingga waktu yang belum diketahui, mereka masih ada kemungkinan untuk kembali meluncurkan album bersama Giring tanpa ada masalah hukum bersama label musik.

"Kebetulan kita cuma punya uutang satu album, Nidji-nya cuma punya utang satu album. Tapi balik lagi, akhirnya kita semua memutuskan 'Ya udah enggak apa-apa'. Kalau secara kontrak masih ada kewajiban tapi karena ada kemakluman mereka semua terima, label terima. 'Nanti kalau kalian mau lanjut lagi meneruskan kewajiban kalian monggo'," jelas Gio.

"Pemain yang lain juga 'Ya udah kalau emang keputusan lu begitu, Ring. Kita dukung'. Giring juga 'Sorry ya guys gue mau coba politik dulu nih. Nanti kalau ada apa-apa kita lanjutin lagi Nidji-nya bikin album lagi sama Musica karena kita masih punya kontrak'. Jadi semuanya memaklumi. Secara hukum, secara legal enggak ada masalah," tambahnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini