Ini 8 Film Hollywood Berpredikat 'Flop' Sepanjang 2017

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 27 Desember 2017 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 27 206 1836429 ini-8-film-hollywood-berpredikat-flop-sepanjang-2017-9SHKJQ4m91.jpg Assassin's Creed (Foto: Screenrant)

LOS ANGELES – Tahun 2017 tak bisa dikatakan lepas dari kegagalan. Dari industri layar lebar Hollywood, beberapa film yang sempat diperkirakan akan bersinar justru gagal saat dirilis di bioskop. Kegagalan ini membuatnya mendapat predikat flop.

Berikut ini adalah film-film besar Hollywood yang pada kenyataannya flop di pasaran sepanjang tahun 2017:

Ghost in the Shell

Ghost in the Shell memang sudah mendapat pertentangan sebelum filmnya dirilis. Beberapa penggemar anime Ghost in the Shell menyayangkan pemilihan Scarlett Johansson sebagai pemeran utama dalam film tersebut.

Dengan biaya produksi senilai USD110 juta (Rp1,4 triliun), Ghost in the Shell seharusnya bisa meraup lebih banyak uang lagi. Sayangnya, sampai film ini diturunkan dari bioskop, Ghost in the Shell hanya membukukan pendapatan sebesar USD169,8 juta (Rp2,29 triliun).

Blade Runner 2049

Blade Runner 2049 merupakan salah satu film yang paling dinantikan sepanjang tahun 2017. Dibutuhkan waktu 35 tahun untuk para penggemar menantikan sekuel dari Blade Runner 2049.

Sayangnya, hasil di pasaran tidak seperti ekspektasi di awal. Dengan biaya produksi sebesar USD150 juta (Rp2,02 triliun), Blade Runner hanya mampu mendapatkan uang sekira USD257,8 juta (Rp3,48 triliun)

King Arthur: Legend of the Sword

King Arthur: Legend of the Sword menjadi film Hollywood berikut yang gagal di pasaran tahun ini. Film yang menampilkan David Beckham sebagai cameo tersebut hanya mendapat uang sekira USD148,7 juta (Rp2 triliun). Padahal biaya produksi yang dikeluarkan mencapai USD175 juta (Rp2,36 triliun).

Para pengamat film menilai, Guy Rithcie memasukkan terlalu banyak unsur ke dalam film tersebut yang membuat King Arthur: Legend of the Sword menjadi sangat lemah ketika sedang tayang di bioskop.

The Snowman

Banyak orang sangat senang ketika mendengar kabar bahwa The Snowman akan tayang pada 2017. Film yang diadaptasi dari novel karya Jo Nesbo tersebut juga menampilkan Michael Fassbender sebagai bintang utama.

Namun pada kenyataannya, The Snowman tak bisa berbicara banyak saat ditayangkan di bioskop. Meski mendapatkan sedikit profit, film dengan biaya produksi sebesar USD25 juta (Rp337,5 miliar) tersebut seharusnya bisa diolah menjadi sebuah tontonan yang lebih menarik.

Mother!

Karya terbaru sutradara Darren Aronofksy ini dibintangi langsung oleh mantan kekasihnya, Jennifer Lawrence. Awalnya, banyak pihak yang memperkirakan Mother! akan menjadi film horor-thriller yang booming di tahun 2017.

Sialnya, hasil yang didapat Mother! tak seperti yang dibayangkan. Mother! hanya tayang beberapa pekan saja di bioskop. Dengan biaya produksi sekira USD30 juta (Rp405 miliar), Aronofksy memang tak memasang target banyak dari film ini. Ia pernah mengatakan, setidaknya filmnya ini bisa mendapatkan uang sebesar USD100 juta. Faktanya, Mother! hanya mampu meraup pendapatan sekira USD44,5 juta (Rp600,7 miliar) saja.

The Dark Tower

Beberapa novel Stephen King sukses ketika diadaptasi ke dalam sebuah produksi film. Contoh paling baru adalah film horror It, yang menjadi salah satu film horor tersukses di tahun 2017.

Berbeda dengan It, The Dark Tower justru gagal bersinar. Meski mengantongi pendapatan dua kali lipat dari biaya produksinya yang mencapai USD60 juta (Rp810 miliar), The Dark Tower tidak memberikan masa depan cerah untuk kelanjutan filmnya. Nama-nama besar yang menjadi jajaran pemain pun dirasa kurang mampu menarik animo penonton untuk film ini.

Assassin’s Creed

Michael Fassbender bisa disebut sebagai aktor tergagal di tahun 2017. Selain The Snowman, film Assassin’s Cred yang dibintanginya juga tak mendapat panggung di pasaran.

Mengadaptasi dari video game berjudul serupa, Assassin’s Creed kurang mampu membungkus cerita seperti apa yang dibayangkan oleh para pemain game-nya.

The Mummy

Film The Mummy memang mencatatkan diri meraup pendapatan sekira USD409,1 juta (Rp5,52 triliun) di akhir masa penayangannya. Namun, angka tersebut dirasa sangat kecil jika dilihat dari biaya produksi dan iklan yang mencapai USD345 juta (Rp4,65 triliun).

Padahal film ini menghadirkan Tom Cruise sebagai bintang utamanya. The Mummy menambah daftar panjang kegagalan The Dark Universe yang coba dibangun oleh Universal tahun ini.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini