nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sam Smith Sendiri dan Kesepian di Video Klip One Last Song

Lidya Hidayati, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 14:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 30 205 1823139 sam-smith-sendiri-dan-kesepian-di-video-klip-one-last-song-LI47YhLKX6.jpg Sam Smith di Video Klip One Last Song (Foto: YouTube)

LOS ANGELES – Dua bulan setelah merilis klip Too Good at Goodbyes, Sam Smith kembali memanjakan penggemarnya dengan meluncurkan video One Last Song. Video berdurasi tiga setengah menit itu dirilis pada Rabu 29 November waktu setempat di YouTube Vevo Sam Smith.

- Baca Juga: Album Baru Sam Smith Bakal Lebih Dalam

Secara keseluruhan, video arahan Joe Connor itu memperlihatkan Sam yang berjalan seorang diri mengelilingi sebuah gedung teater pertunjukkan di London. Video bernuansa vintage ini dibuka oleh adegan Sam yang berdiri di tengah panggung pertunjukkan dengan backup dancer di sekelilingnya.

Setelah itu, Sam terus berjalan keluar masuk ruangan di gedung teater tersebut. Meski banyak orang lalu lalang di depannya, dari satu ruangan ke ruangan lain, Sam tetap memasang wajah kesepian dan sedih.

Ekspresi wajah dan suasana di video klip tersebut sangat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan lewat One Last Song. Seperti dipahami dari liriknya, lagu ini bercerita tentang perasaan patah hati karena cinta yang mulai menghilang.

One Last Song merupakan salah satu lagu dari album terbaru Sam, The Thrill of It All. Saat dirilis pada 3 November 2017, The Thrill of It All langsung memuncaki chart Billboard 200 dengan penjualan 237 ribu unit.

Meskipun penjualannya cukup bagus, tapi Sam menilai album terbarunya kalah oke dibanding album debutnya, In the Lonely Hour. Sam sendiri menyebut ingin album keduanya ini terasa lebih tua dan berani.

- Baca Juga: Luncurkan Lagu Pray, Sam Smith Bakal Rilis Album ke-2 Bersamaan dengan Maroon 5

In the Lonely Hour terdengar indah bagiku. Album ini (The Thrill of It Al) tak terdengar bagus bagiku. Aku ingin ini jadi lebih kuat. Aku ingin ini terdengar lebih tua, sedikit lebih tak nyaman. In the Lonely Hour adalah gin dan tonic dengan temanmu, sedangkan album baru ini adalah whiskey yang kau minum sendiri di sebuah ruangan gelap, pada malam hari, memikirkan hidupmu,” kata Sam membandingkan dua albumnya seperti dikutip dari Rolling Stone, Kamis (30/11/2017). (lid)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini