nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adu Akting Bareng Yayan Ruhian, Marcell Siahaan Babak Belur hingga Sulit Bernapas

Sumarni, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 20:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 22 33 1818808 adu-akting-bareng-yayan-ruhian-marcell-siahaan-babak-belur-hingga-sulit-bernapas-BfF87XegKr.jpg Marcell Siahaan (Foto: Marni/Okezone)

JAKARTA - Penyanyi sekaligus aktor peran Marcell Siahaan berbagi pengalaman saat menjalani syuting film laga perdana. Selama prosesi syuting berlangsung rupanya banyak cedera yang dialami oleh pelantun Takkan Terganti tersebut.

Maklum, Marcell harus beradegan pencak silat dengan aktor lain termasuk Yayan Ruhian. Imbas dari kejadian itu, Marcell harus mengalami sakit pada bagian dada sebelah kanan selama sepekan.

(Baca Juga: Disangka Jual Bakpau, Cerita Lucu Fitri Tropica saat Jualan Online)

(Baca Juga: Ditanya soal Jodoh, Rossa: Mau Dong, Mau...)

"Ohiya cedera, ada saya kena pukul yang sampai seminggu di sini (dada bagian kanan) sampai saya enggak bisa gerakin tangan, sampai napas pun sakit. Padahal itu pukulan enggak sengaja, pukulan yang ditahan," katanya saat dijumpai di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu (22/11/2017).

Pria 40 tahun ini mengungkap selain dada, bagian tubuh lainnya juga sempat cedera. Sebut saja, Marcell memar pada pipi kanan dan dagu. Kendati demikian, ia justru merasa bangga.

Luka yang didapat Marcell tidaklah seberapa. Pasalnya, suami Rima Melati Adams ini mendapatkan memar dari aktor kesukaannya, Yayan.

"Itu pas saya beraksi bersama kang Yayan Ruhian. Ada tiga spot yang saya kena, ada di pipi, dagu, sama dada, tapi saya bangga sih dipukul Kang Yayan," sambungnya.

Di samping itu, sepanjang syuting bergulir Marcell sama sekali tidak mengalami kendala yang berarti. Sebelum belajar pencak silat, ia pun sejatinya sudah mendalami ilmu beladiri lain.

Hanya, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini menilai cuaca ekstim boleh dikatakan sebagai masalah terbesar selama syuting. Bagaimana tidak, ia dan para pemain lain diharuskan beradegan bela diri di tengah cuaca sangat dingin.

"Untungnya saya punya basic beladiri juga, masalahnya tinggal menyesuaikan diri dengan alur dan cerita. Terus cuaca ekstrim sih bisa sampai 12 derajat tiap malam, selama enam hari disana, di Parongpong, Bandung," pungkasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini