Hebat! Bloodless Karya Gina Kim Raih Penghargaan Best VR di Festival Thessaloniki

Nur Kurniawati Ijabah , Jurnalis · Senin 20 November 2017 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 206 1817387 hebat-bloodless-karya-gina-kim-raih-penghargaan-best-vr-di-festival-thessaloniki-6i38Zl7uoH.jpg Gina Kim. (Foto: KOFIC)

SEOUL – Gina Kim, sutradara film Bloodless berhasil memenangkan penghargaan Best Virtual Reality (VR) Film dalam Festival Film Internasional Thessaloniki ke-58. Penghargaan itu diserahkan pada malam puncak festival itu pada 12 November 2017, di Olympion Theatre, Yunani.

Dengan menangnya film berdurasi 12 menit itu, maka Kim diganjar hadiah sebesar EUR3.000 atau sebesar Rp47 juta. Ini menjadi tahun pertama bagi Festival Film Internasional Thessaloniki memberikan penghargaan di kategori VR.

Baca juga: Terlalu Tangguh, Thor: Ragnarok Masih Digdaya di Puncak Box Office Korea

Tahun ini, ada sekitar 10 film yang berkompetisi di kategori ini, sebelum akhirnya dimenangkan oleh Bloodless. Selain film karya Kim ini, Notes on Blindess garapan sutradara Inggris, James Spinney dan Peter Middleton, juga mendapat perhatian khusus para juri.

(Gina Kim saat penggarapan salah satu filmnya. Foto: Cyan Film)

Ini bukan kemenangan perdana Bloodless di ajang festival film internasional. September silam, film ini juga memenangkan penghargaan untuk kategori Best VR Story di Festival Film Internasional Venesia ke-74. Ajang itu merupakan festival film tahunan terbesar pertama di dunia yang melombakan kategori untuk film-film berbasis virtual reality.

Baca juga: Ternyata, Hyun Bin Pernah Tolak Tawaran Main Film Hollywood

Gina Kim merupakan mahasiswa seni rupa di Seoul National University dan meraih gelar master di bidang film di California Institute of the Arts. Pada 2004, sutradara 43 tahun itu menjadi orang Korea pertama yang diundang untuk mengajar di Departemen Studi Visual dan Lingkungan Harvard University.

Kim yang sebelumnya pernah menjadi sutradara untuk Final Recipe (2014) dan Faces of Seoul (2009) juga sempat mengajar sebagai professor film di University of California, Los Angeles, pada 2015.

Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Daejong Film Awards ke-54

Sementara itu, Bloodless bercerita tentang kehidupan terakhir seorang pekerja seks dalam pembunuhan massal yang terjadi di Dongducheon, Korea Selatan, pada 1992.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini