Wah, Ocehan James Cameron Soal Wonder Woman Bikin Lynda Carter Menjulukinya 'Jiwa yang Malang'

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Sabtu 30 September 2017 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 206 1785936 wah-ocehan-james-cameron-soal-wonder-woman-bikin-lynda-carter-menjulukinya-jiwa-yang-malang-hda3tfY8Zh.jpg Lynda Carter. (Foto: JS2 Communications)

JAKARTA – Sindiran sutradara James Cameron tentang Wonder Woman dalam wawancaranya dengan The Guardian, Agustus silam, berbuntut panjang. Selain diserang netizen melalui Twitter, Patty Jenkins, sutradara Wonder Woman juga balas menyindir sutradara film Titanic itu.

Komentar pedas itu diunggah Jenkins melalui Twitter, pada 25 Agustus 2017, sehari setelah wawancara Cameron dirilis di situs daring. “James Cameron tak mampu memahami apa itu Wonder Woman dan apa maknanya bagi perempuan di seluruh dunia. Tak mengejutkan, meski dia seorang filmmaker yang hebat, dia tetap bukan perempuan,” cuit Jenkins.

Baca juga: Diam-Diam Indra Bruggman Sudah Kenalkan Umi Pipik ke Keluarga Besar

Jenkins sekaligus menegaskan, bahwa tidak ada ‘benar atau salah dalam menginterpretasikan kekuatan seorang perempuan’. Cukup bisa dipahami kenapa Jenkins berang atas pernyataan Cameron tersebut.

Wonder Woman yang dibintangi oleh Gal Gadot itu tercatat sebagai film superhero dengan pendapatan tertinggi yang pernah disutradarai oleh seorang perempuan. Film berbujet USD149 juta itu, sukses mendatangkan pendapatan sebesar USD820,6 juta.

Baca juga: Waduh! Sex and the City 3 Terancam Gagal Dibuat Gara-Gara Kim Cattrall?

Setelah Jenkins, sikap kontra serupa juga dilontarkan oleh Lynda Carter, pemeran serial Wonder Woman yang tayang sepanjang 1975-1979. Melalui Facebook, Carter menyebut sutradara peraih Oscar itu sebagai ‘jiwa yang malang’.

Sindiranmu kepada sutradara cerdas seperti Patty Jenkins, sangat menyedihkan. Film ini sangat mengena. (Akting) Gal Gadot pun luar biasa. Aku tahu Pak Cameron, karena aku sudah mendalami karakter ini (Wonder Woman) selama lebih dari 40 tahun. Jadi, TOLONG HENTIKAN (OCEHANMU),” tulisnya.

Baca juga: Setelah 5 Tahun, Arctic Monkeys Siap Rilis Album Keenam Tahun Depan

Pro dan kontra seputar pernyataan Cameron tentang Wonder Woman itu bermula pada 24 Agustus 2017. Kala itu, dia menilai film yang didistribusikan oleh Warner Bros Pictures itu sebagai ‘langkah mundur’ bagi kaum perempuan.

“Semua ucapan selamat yang diberikan Hollywood kepada Wonder Woman menurutku salah arah. Ia (karakter Wonder Woman) adalah ikon objektif, sama halnya dengan ikon (superhero) pria Hollywood lainnya. Aku tidak bilang, tak menyukai film itu. Tapi bagi saya, ini adalah langkah mundur,” ungkapnya kala itu.

Baca juga: Ditanya soal Kerugian, Ibunda Dhea Imut: Puluhan Juta, dan Sakit Hati

Cameron kemudian membandingkan karakter Putri Diana dalam Wonder Woman dengan tokoh Sarah Connor dalam Terminator. “Sarah Connor bukanlah ikon kecantikan. Dia kuat, penuh masalah, ibu yang mengerikan, namun mampu mendapatkan rasa hormat dari penonton. Dan bagiku, (keuntungan karakter seperti Sarah Connor) sangat jelas. Maksudku, sebagian penonton Terminator adalah perempuan!” ujarnya.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini