Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

David Bowie: A Life: Sisi Gelap Sang 'Starman', dari Kecanduan Seks hingga Pergulatan Kokain

Siska Maria Eviline , Jurnalis-Senin, 21 Agustus 2017 |00:15 WIB
<i>David Bowie: A Life</i>: Sisi Gelap Sang 'Starman', dari Kecanduan Seks hingga Pergulatan Kokain
David Bowie. (Foto: NME)
A
A
A

LOS ANGELES – Legenda musik David Bowie memang telah meninggal dunia 18 bulan lalu. Namun buku biografi terbaru berjudul David Bowie: A Life karya editor GQ, Dylan Jones, menyibak sisi gelap kehidupan Bowie di masa jayanya.

Berdasarkan 180 wawancara yang dilakukan Dylan dengan teman, kekasih, dan sejumlah orang yang pernah bekerja sama dengan Bowie, diketahui ia mengalami kecanduan seksual dan kokain. Namun hal paling mengejutkan dari buku itu adalah klaim bahwa penyanyi Life on Mars itu sempat ditawari untuk bersetubuh dengan mayat.

Baca juga: Siap Naik Pelaminan September 2017, Laudya Cynthia Bella Minta Dukungan Doa

Melansir Daily Mail, buku itu memaparkan Bowie mengalami kecanduan seks sekitar tahun ’70-an. Kala itu, dia diketahui penganut biseksual, melakukan hubungan seksual dalam kelompok, dan kerap berhubungan intim disaksikan banyak orang.

Reputasi Bowie sebagai pecandu seks bahkan menginsipirasi sekte tertentu menawarinya untuk berhubungan intim dengan mayat. Hal itu diungkapkan Josette Caruso, groupie kesohor, yang kerap menemani malam-malam dingin sang rocker usai menggelar konser.

Baca juga: Taeyeon 'SNSD' Salahkan SM Entertainment soal Tragedi Fans di Bandara

Caruso berkisah, menghabiskan malam bersama lelaki kelahiran Brixton, Inggris, itu usai dia menggelar tur di Philadelphia, Amerika Serikat, pada 1972. “Malam itu, dia (Bowie) merayuku, menghujaniku dengan ciuman dan pelukan. Kami juga melakukan hubungan badan,” katanya.

Namun kemudian, ada ketukan di kamar hotelnya. Pengawal Bowie menjawabnya, lalu meminta dia menemui orang di balik pintu tersebut. “Dia berjalan menuju pintu dan beberapa menit kemudian kembali dengan wajah pucat pasi. Dia sangat terkejut. Seseorang menawarinya mayat yang masih hangat untuk disetubuhi,” ujarnya.

Baca juga: Marcell Siahaan Rela Ubah Aransemen Semusim demi Tampil di Prambanan Jazz

“Mereka pikir aku siapa? Kenapa mereka berpikir aku tertarik dengan sesuatu seperti itu. Kenapa aku harus tertarik menyetubuhi mayat?” ucap Bowie bernada geram kepada Caruso.

Pada halaman lain dalam buku itu, Dana Gillespie, penyanyi Inggris era ’70-an, mengungkapkan, menjadi kekasih Bowie ketika dia masih berusia 13 atau 14 tahun. Kala itu, menurut dia, Bowie mengunjunginya dengan kostum Robin Hood.

“Ayahku mengira dia seorang perempuan karena rambut panjangnya. Orang-orang juga berpikir dia seorang homoseksual dan sedikit teatrikal untuk ukuran lelaki di era itu,” kata Gillespie.

Baca juga: Raih USD21 Juta, Hitman's Bodyguard Puncaki Box Office Amerika Utara

Tak hanya tentang kehidupan seksual dan asmaranya, David Bowie: A Life juga membeberkan bagaimana Bowie bergumul dengan kecanduannya terhadap kokain. Pada 1975, dengan bobot tubuh hanya 43 kilogram, pelantun Space Oddity itu bisa mengonsumsi 7 gram kokain setiap hari.

“David Bowie adalah kreasi dan kaya seni seorang anak laki-laki dari Brixton yang memiliki pemikiran tentang bagaimana mengatur dunia. Karier profesional yang dijalaninya adalah mitos, legenda, sekaligus sebuah penemuan,” tulis Dylan Jones dalam buku yang akan diterbitkan oleh Crown Archetype tersebut pada 7 September 2017.

David Bowie meninggal dunia pada 10 Januari 2016 pada usia 69 tahun setelah berjibaku dengan kanker selama 18 bulan. (SIS)

(FHM)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement