nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saling Menghargai Antar Personel, Jadi Jurus Band Cokelat Jaga Eksistensi di Industri Musik

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 15:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 03 205 1749207 saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik-tLwrSlEgDP.jpg Cokelat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Membangun dan mempertahankan sebuah band di industri musik tanah air bukanlah perkara mudah. Tak hanya harus terus berkarya, namun para musisi juga dituntut untuk kompak satu sama lain.

Grup band Cokelat termasuk grup musik yang mampu bertahan lama meskipun personelnya beberapa kali ganti. Mereka bahkan terus memberikan karya untuk para penggemar dan pecinta musik Indonesia.

BACA JUGA: Ini Lho Bedanya Album Terbaru Band Cokelat

BACA JUGA: Resah dengan Kondisi Indonesia, Band Cokelat Ajak Generasi Muda untuk Bersyukur

Tentu ada cara dan jurus jitu yang digunakan oleh grup musik asal Bandung itu. Beberapa diantaranya adalah kesadaran tentang batas untuk menjaga privasi masing-masing dan bekerja secara profesional.

"Kita masing-masing sadar kita banyak orang, kepalanya beda-beda yang jelas kita harus saling tahu diri saja. Kenali partner, kenali karakter masing-masing jadi kayak sudah tahu batasnya masing-masing gitu. Tahu dirilah dan saling komunikasi," ungkap Jackline, sang vokalis kepada Okezone saat dijumpai di Studio MNC, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (3/8/2017).

Grup band Cokelat lahir pada 25 Juni 1996 dan masih bertahan di belantika musik Indonesia sampai saat ini. Karya-karya terbaik terus mereka ciptakan dan yang terbaru adalah single berjudul Garuda yang dirilis pada 20 Juli kemarin.

BACA JUGA: Band Cokelat Siap Rilis Album Akhir Tahun Ini

BACA JUGA: Gandeng Musisi Besar, Cokelat Siap Eksis Lagi

Ada unsur nasionalisme berikut dengan kampanye yang digerakkan seiring promosinya single tersebut. Mereka ingin mengajak masyarakat Indonesia bangga dan berperilaku positif demi kebaikan bangsa.

Single tersebut diluncurkan dalam rentan waktu yang tak jauh beda dengan hari lahirnya kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Namun untuk mengenang merdekanya Indonesia 72 tahun silam, Jackline Rossy mengaku tak ada panggung khusus karena jadwal yang sudah padat sejak beberapa bulan yang lalu.

"Enggak (ada panggung khusus untuk merayakan kemerdekaan) soalnya kita, jadwal Cokelat sudah sejak lama dari bulan-bulan yang lalu. Jadi kalau Agustus kita lebih fokus sama pihak-pihak lain gitu," sambungnya.

Berbicara soal lagu berunsur nasionalisme, ini bukan menjadi kali pertama grup band Cokelat membuatnya. Sudah ada beberapa lagu yang diciptakan bernuansa kenegaraan seperti Kebyar-Kebyar dan Bendera yang kini semakin akrab di telinga para pecinta musik Indonesia.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini