Image

Pepep 'ST12' Tidak Setuju Industri Musik Indonesia Dibilang Lesu

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Kamis 16 Februari 2017, 21:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 16 205 1620441 pepep-st12-tidak-setuju-industri-musik-indonesia-dibilang-lesu-p8k5fU8hEy.jpg ST12 (Foto: Okezone)

JAKARTAPepep ‘ST12’ menganggap mutu industri musik bukanlah masalahnya jika sebuah lagu tidak laku. Namun, laku tidaknya sebuah lagu kembali tergantung pada kualitas musiknya.

“Kalau bicara tentang industri, siapa bilang industri ini sakit. Saya percaya bahwa perkembangan musik itu bukan dilihat dari industrinya, tapi dari bagaimana seorang talent dapat menciptakan karya yang baik,” papar Pepep dalam wawancara eksklusif bersama Okezone di Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat baru-baru ini

Memang, Industri musik Indonesia yang buruk sering dijadikan alasan ketika sebuah karya tidak laku. Namun, Pepep percaya bahwa industri musik Indonesia sudah punya sistem yang telah berjalan sekian lama, dan hanya butuh dibesarkan kembali.

Sebenernya kuncinya bukan di industri. Industrinya sudah berjalan, dan strukturnya sistematis sampai sekarang. Sekarang bagaimana sebuah karya bisa diciptakan sehingga dapat menjadi suatu bridging untuk membentuk sistem tersebut kembali bergairah,” buka Pepep.

Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan adalah pembajakan musik. Berasal dari sebuah band ternama, tentunya Pepep juga menjadi korban. Namun, Pepep menganggap masalah tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia sehingga tidak seharusnya dijadikan alasan. Buktinya, ada saja artis atau musisi yang karyanya tetap laku. Pepep mencontohkan Cita Citata sebagai salah satunya.

“Yang meledak ya meledak, Cita Citata 15-20 juta download, enggak bisa dibendung. Artinya, sistemnya sudah terbentuk. Dari industri tidak ada perubahan. Kalo kita bicara tentang pembajakan, itu tidak menjadi penyakit Indonesia saja, bahkan di Eropa juga pembajakan enggak bisa dibendung,” tambah Pepep.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini