Image

Cara ST12 Eksis Meski Gonta-ganti Vokalis

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Selasa 14 Februari 2017, 06:30 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 02 14 205 1617526 cara st12 eksis meski gonta ganti vokalis KGHa9ag7pW.jpg ST12 (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sejak melepas Charly, ST12 terhitung telah tiga kali mengganti vokalis. Namun, rupanya drummer mereka, Pepep, memiliki solusi sederhana agar karya band-nya tersebut tetap laku. Bahkan, Pepep mengutarakan bahwa dirinya tidak takut jika harus mengganti vokalis lagi.

Menurut Pepep, solusi sederhana tersebut adalah membuat musik yang berkualitas. Charly memang menjadi figur yang cukup penting di masa-masa tertinggi ST12. Namun, dengan musik yang berkualitas, seorang vokalis tidak lagi harus menjadi figur utama dari sebuah band yang membuat nama band tersebut terkenal.

“Ahirnya aku dapet formulanya, bahwa ujung-ujungnya kembali ke lagu. Takutnya (ganti vokalis) udah bukan underline, bold word, bukan kata yang harus ditebalin. Karena aku udah dapet formulanya, jadi aku enggak pernah takut ganti vokalis. Udah tahu formulanya bagimana cara mengedepankannya,” tutur Pepep kepada Okezone.

Pepep mengakui, ST12 memang kehilangan fans ketika Charly meninggalkan ST12. Namun ST12 yang kini diperkuat Pepep, Indra, dan Zaini tetap pada prestasinya. Sebagai bukti, Pepep menunjukkan bahwa ST12 mendapatkan 16 buah predikat platinum di tingkat Asia Tenggara ketika tengah berkeliling bersama vokalis mereka setelah Charly, Ridho.

“Waktu kita edar di Malaysia, orang tahu siapa Charly. ST12 adalah Charly. Tapi tetep aja kita dapat 16 platinum. Itu bisa kita tarik kesimpulan kan ujung-ujungnya orang nikmati musik,” tambah Pepep.

Pepep menambahkan, meski vokalis menjadi personel paling menyenangkan. Namun ketika lagu yang dibawakan sebuah band sangat baik, fans dari vokalis tersebut dapat berpindah ke personel lainnya, meskipun tetap menjadi fans dari sang vokalis. Popularitas vokalis tersebut pun pindah menjadi popularitas band itu sendiri. Di masa tersebut, kehilangan fans bukan lagi menjadi ketakutan utama ST12. ST12 pun ingin mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya mengutamakan figur menjadi menyukai musik sebuah band secara keseluruhan.

“Oke resikonya kehilangan fans, tapi tetep aja. Kalau band-nya enak, dia bisa suka vokalisnya tapi kalau dia suka lagunya dia bakal nikmati kan? Artinya apa, bisa pindah ke gue walaupun tetap fans (sang vokalis). Artinya trigger-nya bukan figur. Kembali ke industri musik, jadi trigger-nya adalah musik. Kita mau coba ubah pola pikir itu,” jelas Pepep.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini