nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 5 Superhero Indonesia yang Pernah Disukai Generasi 1990-an

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 03 November 2016 00:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 03 206 1531474 ini-5-superhero-indonesia-yang-pernah-disukai-generasi-1990-an-bbV4OCiZpy.jpg Panji Manusia Millenium. (Foto: Youtube)

SOLO – Meski layar bioskop dan televisi Indonesia rajin menampilkan beragam superhero dari Hollywood seperti Spiderman hingga Superman, nyatanya Indonesia pernah punya pilihan tontonan sinetron manusia super yang sangat popular di generasi 1990-an.

Ketika itu, beragam sinteron laga banyak memunculkan tokoh utama yang memiliki kekuatan khusus. Kisah yang dibawakan pun mampu menggaet target market di semua level usia. Komplikasi ceritanya membuat orang dewasa setia mengikuti sinetron laga di era tersebut. Sedangkan, untuk anak-anak sosok manusia super bisa menjadi sumber imajinasi yang menarik.

Dikutip Solopos dari beragam sumber, pada Rabu 2 Oktober 2016, sedikitnya terdapat lima sinetron laga yang menghasilkan sosok manusia super idola. Yuk, kita simak ulasannya. 

1. Si Buta Dari Gua Hantu

Berasal dari komik cerita silat, Si Buta Dari Gua Hantu diangkat menjadi film laga sejak 1970. Karena popularitas cerita ini, akhirnya pada 1993 diangkat menjadi sinetron. Kisah ini pun kian popular di anak-anak generasi 1990-an.

Berdasarkan ceritanya, Si buta memiliki nama asli Barda Mandrawata yang diperankan Hadi Leo. Barda merupakan pria asal Banten, ia kehilangan penglihatannya saat melawan Si Mata Malaikat, pendekar buta yang jahat.

Sebutan Si Buta dari Gua Hantu didapatkan Barda setelah mengasingkan diri bertahun-tahun di sebuah gua berhantu. Pengasingan itu menjadikan Barda memiliki kemampuan silat langka. Penciuman dan pendengarannya melebihi manusia lain.

2. Wiro Sableng

Jika Anda masih sekolah dasar (SD) saat sinetron ini tayang di televisi, pasti Anda pernah menulis ajian 212 di dada. Kisah Wiro Sableng berasal dari novel seri yang ditulis Bastian Tito. Setelah tayang versi film layar lebarnya, tahun 1990-an Wiro Sableng tayang di televisi yang diperankan oleh Herning Sukendero atau lebih dikenal sebagai Ken Ken.

Wiro Sableng memiliki nama asli Wira Saksana, karakter itu digambarkan sebagai pria muda yang sedikit gila, namun hal itu hanya pembawaanya saja. Ajian 212 menjadi senjata utama Wiro Sableng. Ia mampu mengeluarkan Kapak Maut Naga Geni 212 dari dadanya saat menghadapi musuh kuat. Beberapa jurus Wiro Sableng yang populer di kalangan anak-anak adalah jurus “Kunyuk Melempar Buah”.

3. Saras 008

Pahlawan Saras 008 bisa dibilang sebagai awal sinetron laga modern. Dirilis pertama kali pada 1998. Saras 008 mengisahkan perempuan super yang mendapat kekuatan layaknya kucing. Ceritanya ada perempuan remaja bernama Saraswati yang diperankan Sindy Dewiana.

Saras adalah perempuan biasa pencinta kucing, tapi karena kematian kucing yang disayanginya secara misterius memberi Saras kekuatan super. Dengan kekuatan yang dimilikinya, Saras membasmi kejahatan, terutama dari ulah jahat Mr. Black.

4. Panji Manusia Millenium

Mengikuti kesuksesan Saras 008, dibuatlah sinetron manusia super modern Panji Manusia Millenium. Sinetron ini tayang pertama kali pada 1999, dengan tokoh Panji diperankan oleh aktor populer Primus Yustisio.

Panji memiliki kekuatan super layaknya Superman. Ia harus menjalani dua kepribadian, sebagai Panji dirinya bekerja di sebuah panti asuhan, sedangkan jika ada kejahatan Panji harus berubah menjadi Manusia Millenium.

5. Gerhana

Setelah cerita manusia super bertopeng dan kostum sukses, pada 1999 dirilis cerita manusia super tanpa menggunakan topeng dan kostum bernama Gerhana. Sinetron tersebut mengisahkan pemuda yang memiliki kekuatan super dari pikirannya. Ia menjalani kehidupan sehari-hari secara normal dan saat harus membasmi kejahatan, Gerhana melakukannya tanpa menutupi identitas dirinya.

Tokoh Gerhana diperankan oleh Pierre Roland. Ekspresi Gerhana dengan mengkerutkan alis saat meringkus penjahat dengan kekuatan pikirannya menjadi aksi ikonik bagi anak di generasi 1990-an.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini