TOP GOSSIP #4: Sengketa Lagu Band Radja vs Rumah Karaoke Masuki Babak Baru

Nurul Arifin, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2016 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 23 205 1470947 top-gossip-4-sengketa-lagu-band-radja-vs-rumah-karaoke-masuki-babak-baru-AGk9E6Nlyh.jpg Grup Band Radja (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Kasus sengketa lagu Band Radja dengan dua rumah karaoke NAV dan Happy Puppy memasuki babak baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi ahli dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH). Dua saksi ahli tersebut memastikan kasus tersebut tidak melanggar hukum dan lebih mengarah pada keperdataan.

Salah satu saksi ahli Agung Damar Sasongko yang menjabat sebagai Kasi Pertimbangan Hukum dan Hak Cipta Dirjen HAKI mengatakan, seharusnya kasus ini dapat diselesaikan secara perdata. Sebab, munculnya kasus tersebut diakuinya terjadi sebelum Undang-undang no 28 tahun 2014 tentang HKI ini muncul.

"Dalam undang-undang yang lama memang tidak menyebutkan secara pasti tentang apa itu performance right maupun mechanical right. Sehingga, sebelum UU yang baru itu, kebiasaan yang terjadi, menjadikan semua itu sudah jadi satu. Yang terpenting rumah karaoke sudah memenuhi kewajibannya membayar royalti," katanya dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya, Senin 22 Agustus 2016 sore.

Ia juga mengatakan, tidak terjadi pelanggaran hukum terhadap rumah karaoke, mengingat dalam klausul perjanjian antara user dengan lembaga manajemen kolektif (LMK)yang mengelola royalti, terdapat klausul yang melindunginya dari gugatan pihak ketiga. "Tidak ada pelanggaran hukum, karena sudah menjadi kebiasaan waktu itu, bahwa performing dan mechanical right sudah include," jelasnya.

Senada juga disampaikan oleh saksi ahli yang lain, Henry sulistyo, Dosen Hukum UPH. Pria yang juga pembina dari Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) mengatakan, polemik tersebut dengan kebiasaan orang makan pisang berubah setelah makan steak. "Kalau sudah bisa makan steak, jangan lupa kalau dulu pernah makan pisang," ujarnya.

Menurutnya, kasus ini dianggap tidak fair karena menyalahkan user dengan aturan baru lantaran kaidah hukumnya hukumnya yang lama belum jelas. Karenanya, kasus tersebut dapat diselesaikan secara keperdataan. Dan jika pemilik rumah karaoke sudah menyelesaikan pembayaran royalti, maka dia bebas menggunakan karya cipta tersebut.

Seperti diketahui, grup band Radja menggugat dua rumah karaoke, NAV dan Happy Puppy, karena dianggap menggunakan beberapa lagu baru miliknya tanpa izin.

(Amz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini