JAKARTA - Sebelum meninggal, Shanker Samtani sempat bertemu Hanung Bramantyo. Shanker ingin membuat film bersama Hanung. Dan setelah Shanker wafat, Hanung bertekad mewujudkan impian itu.
Hanung bertemu Shanker sebelum Lebaran. Saat itu, Shanker sangat ingin bertemu dengan suami Zaskia Adya Mecca itu.
"Saya enggak tahu kenapa. Mungkin ketemu saya seperti ketemu anaknya. Dia sangat aktif, detail dan sangat hati-hati," kenang Hanung yang ditemui di rumah duka, Jalan Johar No 24, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/9/2010) malam.
Saat pertemuan itu, Shanker menasehati Hanung seputar film. "Beliau enggak pernah bicara pribadi. Padahal, saya ingin sekali bicara soal pribadi," akunya.
Dalam benak sutradara film itu, Shanker sosok yang sangat ramah dan tidak sombong. Meski bos, Shanker orang yang tidak mempersulit bawahan untuk bertemu.
"Mungkin kalau orang yang enggak kenal menyangka dia itu muslim. Dia produser yang tidak memandang kedudukan, tidak sombong. Meski sebagai bos, ketemu beliau enggak ribet. Dan Rapi Film itu PH besar, tapi mereka sangat kekeluargaan sekali. Dia sangat Islam dari orang Islam sendiri," pujinya.
Hanung sempat tidak percaya mendengar kabar meninggalnya ayah tiga anak itu.
"Dalam keadaan beliau sakit, kami positif beliau akan sembuh. Apalagi kami mau ada kerja sama film religi. Dia sudah sangat ingin ikut terlibat. Dia masih ngomongin film. Dia bilang, nanti saya mau di posternya ada tulisan 'Bismillahirahmanirrahim'," jelasnya.
Sebelum proyek film religi yang belum kesampaian itu, Hanung dan Shanker pernah membuat film Sundel Bolong dan Lentera Merah.
"Rencananya kami mau bikin film religi. Film ini jadi seperti pesan terakhir beliau kepada saya. Soal filmnya, saya belum bisa kasih tahu. Nanti kita lihat saja," tandasnya.
(ang)