nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

David Gurnani, Pemenang Pertama The Biggest Loser Asia

Syukri Rahmatullah, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2010 12:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 03 10 206 311123 0zRlp0gXQ3.jpg (foto: dok Hallmark)

JAKARTA- Finalis asal Indonesia, David Gurnani dinobatkan sebagai The Biggest Loser pertama di Asia yang diselenggarakan di Selangor, Malaysia dan ditayangkan secara langsung di Hallmark Channel, Selasa, 9 Maret malam.

David berhasil membukukan penurunan berat badan terbesar, yaitu 83 kg dan berhak atas hadiah uang sejumlah USD 100.000 dan satu unit mobil Renault Koleos SUV senilai USD70.000, dalam rilis yang diterima okezone, Rabu (10/3/2010).

Pada sesi penimbangan terakhir, King David, demikian julukannya, tercatat memiliki berat badan 74 kg dari berat badan awal 157 kg pada awal kompetisi di bulan November, dengan persentase penurunan berat badan sebanyak 53% dan lemak tubuh sebanyak 45%, angka fantastis yang tidak bisa disaingi ketiga finalis lainnya: Carlo Miguel (32 tahun, Filipina), Aaron Mokhtar (30 tahun, Malaysia) dan Martha Lai (20 tahun, Hong Kong).

Usai penobatan pemenang dan penyerahan hadiah, David mengibarkan bendera merah putih dan disambut keluarga besarnya yang datang khusus ke Malaysia. Ia sangat bersyukur atas prestasinya ini.

“Saya tidak akan pernah menyangka akan mengatakan ini, namun menjadi seorang ‘loser’ sangat menyenangkan. Karena saya telah menjadi The Biggest Loser pertama di Asia. Berkat kebesaran Tuhan, kerja keras dan pelatih serta motivator tim biru Dave Nuku, saya bisa mengalahkan kompetitor hebat seperti Carlo, Aaron dan Martha. Saya pun masih tidak percaya dengan transformasi fisik dan gaya hidup yang saya alami. Saya telah hidup dalam keadaan obesitas sepanjang hidup saya dan sekarang saya tidak pernah merasa sesehat, sebugar dan sekuat sekarang. Terima kasih Hallmark Channel dan The Biggest Loser Asia untuk memberikan saya kesempatan yang sangat berarti dan mengubah hidup saya ini,” papar David.

David memang tidak hanya mengalami transformasi fisik, namun juga pola hidup. Tumbuh dengan nafsu makan dan kecintaan besar terhadap makanan, makan adalah hal yang paling menyenangkan buat David. Ia tidak pernah berolah raga dan mencoba menurunkan berat badan karena merasa tubuh obesitas adalah lambang kemakmuran dan ia tidak pernah jatuh sakit karena obesitas. Ia tidak menyadari bahwa nyeri kepala, leher dan punggung, serta tabiatnya yang pemarah berhubungan dengan obesitas dan rasa tidak percaya diri yang dialaminya.

Atas motivasi kakak perempuan dan tunangannya, ia memutuskan mengikuti audisi The Biggest Loser Asia. Bersama para kontestan lain, David menjalani pelatihan fisik dan pola hidup sehat di sebuah camp di Malaka, Malaysia, di bawah pengawasan pelatih, serta tenaga medis, ahli gizi dan fisioterapi profesional.

Bagi kontestan The Biggest Loser Asia, David adalah seorang yang sangat fokus dan memiliki daya juang tinggi. Ia secara konsisten menjadi kontestan dengan persentase penurunan berat badan terbanyak, memenangkan tantangan individu atau berkelompok serta sangat disegani di timnya, yang membuatnya dijuluki “King David”. Penurunan 55 kg atau 35,03% dicapainya dalam 2,5 bulan yang mengantarkannya ke babak final, kemudian setelah semua finalis dipulangkan ke negara masing-masing dan menjalani latihan dan tantangan secara mandiri, ia berhasil menurunkan 28 kg berkat konsistensinya menjalani latihan sebanyak 10 jam sehari dengan pola makan sehat yang terkontrol sebesar 1.500 kalori per hari.  

 

Namun, ketiga finalis lain juga telah mencapai prestasi yang membanggakan. Carlo yang bekerja sebagai chef berhasil turun 49 kg dengan persentase penurunan berat badan 37,1% dan lemak tubuh 26,9%, saat ini ia memiliki berat 83 kg. Ia adalah pesaing terberat David, yang masuk ke kompetisi menggantikan kontestan dari Filipina, Del Bacho, yang harus mengundurkan diri karena pergeseran sendi sikunya.

Sementara itu, Aaron, seorang copywriter, berhasil turun 60 kg dengan persentase penurunan berat badan 37,7% dan lemak tubuh 25,3%, saat ini memiliki berat 63 kg, dan sangat bahagia karena bisa mengikuti gerak dan aktivitas kedua anak perempuannya yang masih kecil serta tampil percaya diri menghadapi para kliennya. Sedangkan Martha Lai (20 tahun), asal Hong Kong yang sehari-hari menjaga toko di sebuah pet shop adalah finalis wanita satu-satunya dan kontestan termuda di kompetisi ini, ia berhasil mengikis 40 kg berat badan dengan penurunan berat 31,5% dan lemak tubuh 17,5%. Ia saat ini bisa mengenakan bikini, pergi ke berbagai pesta serta mencari pekerjaan baru dan mencari pacar, seperti yang ia inginkan sebelum kompetisi ini.

Usai kompetisi, David pun ingin menginspirasi masyarakat di Indonesia dan seluruh Asia untuk memerangi obesitas. “Obesitas bisa dikalahkan dengan motivasi, determinasi dan dukungan orang di sekitar. Hidup saya berubah melalui The Biggest Loser Asia, dan saya yakin orang lain pun bisa berubah dengan caranya masing-masing, saya ingin menginspirasi banyak orang dengan berbagi kisah dan motivasi yang saya dapat dari The Biggest Loser Asia,” kata David.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini