nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

David Gurnani Lolos ke Final The Biggest Loser Asia

Syukri Rahmatullah, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2010 15:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 03 05 206 309562 miaYBKQpEH.jpg (foto: dok Hallmark)

JAKARTA- David Gurnani, kontestan asal Indonesia, berhasil melaju ke babak final The Biggest Loser Asia, kontes dan reality show penurunan berat badan pertama dan terbesar di Asia produksi orisinil Hallmark Channel.

David dan tiga finalis lainnya, yaitu Carlos Antonio Miguel (Filipina), Aaron Mokhtar (Malaysia) dan Martha Lai (Hong Kong) berhasil menyingkirkan 26 kontestan dari berbagai negara di Asia untuk memperbutkan titel ‘The Biggest Loser’ pertama di Asia.

Pemenang akan membawa pulang uang senilai USD 100.000 (Rp924 juta), 1 unit mobil Renault Koleos SUV senilai US$70.000 (Rp646 juta) dan menjadi duta gerakan anti obesitas di Asia, sebagaimana rilis yang diterima okezone, Jumat (5/3/2010).

Setelah sekitar 2,5 bulan menjalani camp pelatihan di Malaka, para finalis dipulangkan ke negara masing-masing dan saat ini menghadapi tantangan serta persiapan dengan  berlatih serta menerapkan pola hidup sehat secara mandiri di lingkungan nyata. Kerja keras keempat finalis ini akan mencapai titik klimaks pada sesi penimbangan berat badan terakhir yang dapat disaksikan di Hallmark Channel, Selasa, 9 Maret 2010 pukul 20:00 WIB.

David, salesman berusia 25 tahun ini secara konsisten menjadi kontestan dengan persentase penurunan berat badan terbanyak, yang membuatnya dijuluki “King David”. Dalam waktu 2,5 bulan di kompetisi, ia berhasil menurunkan 55 kg atau 35,03% dari berat badan 157 kg di awal kompetisi, persentase yang melampaui angka yang diraih rekan-rekannya (Carlo 31,08%, Aaron 28,93% dan Martha 23,62%).

David sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada pelatihnya, Dave Nuku, atas pencapaian ini. “Saya sangat bersyukur bisa mencapai final The Biggest Loser Asia. Saat ini saya memimpin angka persentase penurunan berat badan dibanding ketiga finalis lainnya, dan jika Tuhan mengizinkan, saya akan tetap mampu mempertahankan posisi ini hingga sesi penimbangan terakhir pada tanggal 9 mendatang dan memenangkan kompetisi ini,” kata David.

Bicara tentang peluangnya, David sangat optimis: “Saya memiliki peluang yang bagus untuk memenangkan kompetisi ini, jika Tuhan mengizinkan, saya bisa menurunkan berat badan yang cukup untuk memenangkan kompetisi ini.”

Meski demikian, David menganggap kompetisi ini akan semakin ketat. “Kami tidak hanya mewakili diri sendiri namun juga negara kami masing-masing. Martha bukan orang yang bisa diremehkan, ia bisa memberikan kejutan di final nanti; Carlo adalah kompetitor yang tangguh yang akan berjuang  sampai titik darah penghabisan, Aaron adalah seorang pejuang yang tangguh dan berkemauan keras juga,” lanjut David.

Menurutnya, ia akan sangat senang jika bisa menjadi The Biggest Loser pertama di Asia, “Namun jika tidak, saya akan berlapang dada dan mengatakan pada diri sendiri bahwa Tuhan memiliki rencana lain untuk saya. Hal terpenting bagi saya adalah saya telah menjadi pemenang bagi diri saya sendiri karena saya telah berhasil mendapatkan kembali kesehatan saya, yang menurut saya lebih penting dari apapun.”

Episode final tidak hanya akan menampilkan transisi fisik yang dialami para finalis, tapi juga kontestan lain yang telah tereliminasi dan melanjutkan perjuangan mereka melawan obesitas di rumah yang dapat menginspirasi mereka yang mengalami obesitas. Saksikan penayangan episode Final dan Penobatan The Biggest Loser Asia di Hallmark Channel Selasa, 9 Maret pukul 20:00 WIB di saluran TV Hallmark.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini