nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontestan Indonesia di The Biggest Loser Asia Makin Mulus

Syukri Rahmatullah, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2010 11:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 02 19 206 305229 fwAgIJeUmU.jpg (foto: ist)

JAKARTA- David Gurnani, kontestan asal Indonesia, melaju ke babak 6 besar The Biggest Loser Asia, kontes dan reality show penurunan berat badan pertama dan terbesar di Asia.

Dua langkah lagi, dia menuju babak final kompetisi ini untuk memperebutkan titel “The Biggest Loser pertama di Asia”, uang tunai USD 100.000, 1 unit mobil Renault Koleos SUV senilai US$70.000 dan menjadi duta gerakan anti obesitas di Asia, sebagaimana rilis yang diterima okezone, Jumat (18/2/2010).

 

Pada episode ke-11 yang ditayangkan Hallmark Selasa 16 Februari kemarin, David, salesman berusia 25 tahun ini secara konsisten menjadi kontestan dengan persentase penurunan berat badan terbanyak.

Hingga minggu ke-11 kompetisi, ia berhasil menurunkan 45 kg 28,66% dari berat badan 157 kg di awal kompetisi, persentase yang melampaui angka yang diraih rekan-rekannya.

 

Prestasinya itu membuatnya dijuluki “King David” tidak hanya karena prestasi penurunan berat badannya, ia juga dominan dalam berbagai tantangan kelompok dan individu serta di dalam timnya.

 

Di  minggu sebelumnya David berhasil memenangkan sebuah tantangan individu dan mendapatkan hadiah kekebalan dari eliminasi, makan malam spesial a la Indonesia  serta  kejutan manis, yaitu kedatangan tunangan, adik laki-laki dan sepupunya.  

Mereka bertiga sangat terkejut dengan penampilan David, selama di camp David tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarga dan kerabatnya. “Saya sangat terpana dengan penampilannya sekarang. Ia terlihat luar biasa, sangat ganteng. Ia telah berubah. Ia adalah orang yang berbeda sekarang, dan saya sangat bangga padanya,” kata Levine, tunangan David. Mereka menutup pertemuan mereka dengan doa untuk David dan sebuah toast “King David all the way!”

 

David sangat bersyukur mendapat kesempatan sebagai peserta The Biggest Loser Asia: “The Biggest Loser Asia benar-benar telah mengubah pola hidup dan kehidupan saya secara drastis. Yang biasanya bangun pukul 9 sekarang harus bangun pukul 5 pagi. Yang biasa makan 2-3 piring sekali makan, sekarang hanya boleh ½ cangkir. Yang biasanya tidak pernah berolah raga sekarang olah raga setidaknya 10 jam per hari. Memang berat, membutuhkan kekuatan mental dan fisik, namun hasilnya sangat sepadan. Saya jadi tidak malas, jauh lebih sehat, dan lebih kuat.”

 

“Semua ini saya lakukan tidak hanya karena ingin menjadi The Biggest Loser pertama di Asia, namun dengan fisik saya yang baru, saya ingin bisa menikmati kehidupan saya 30 hingga 50 tahun lagi dan tentunya menginspirasi banyak orang yang obesitas untuk menjalani pola hidup sehat, ” lanjut David.

 

The Biggest Loser Asia akan memasuki momen-momen penentuan, 6 orang yang terisisa akan menjalani berbagai tantangan dan 2 kali proses eliminasi hingga terpilih 4 orang finalis yang akan dikirim ke rumah masing-masing, menjalani latihan dan tantangan nyata di luar camp untuk ditimbang saat malam final 9 Maret ini.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini