Dalam mendalami karakter Nea, Sherina memilih untuk mengosongkan diri dari pemahaman filsafat Stoisisme (Stoicism) yang telah ia ketahui sebelumnya.
Langkah ini diambil agar proses tumbuh melalui karakternya terasa lebih autentik bagi penonton.
"Ketika aku dikabarkan akan memerankan Nea, kemudian baca script-nya, aku agak berusaha untuk memberikan jarak dari apa yang sudah kutahu soal stoicism, karena itu adalah perjalanannya Nea nanti. Jadi aku ingin berangkat dari seolah-olah gelasnya tuh masih kosong dulu, gitu," bebernya.
"Buat aku, ini adalah pengalaman bukan yang susah, tapi sangat eye-opening untuk pembelajaran aku juga sebagai aktor, tapi juga mempelajari ulang prinsip-prinsip stoicism dari kacamatanya Nea," ungkapnya.
Di sisi lain, persoalan ancaman layoff yang dihadapi Nea dalam alur cerita memantik empati besar Sherina terhadap kondisi ketenagakerjaan di dunia nyata.