Pengaju petisi menilai kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei tidak memiliki hubungan yang cukup dengan cerita utama sehingga kehadirannya menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian penonton.
Petisi itu telah memenuhi ambang 100 dukungan untuk memasuki tahap peninjauan sebelum dipublikasikan. Namun, tahap tersebut bukan berarti Majelis Nasional telah memutuskan untuk menghentikan penayangan Doctor X.
Di sisi lain, respons penonton tidak sepenuhnya negatif. Sebagian menilai kisah korban yang masih menanggung luka fisik dan trauma puluhan tahun setelah peristiwa Gwangju memberikan dimensi kemanusiaan pada cerita medis tersebut.
Sementara itu, di tengah kontroversi, Lee Ok Gyu, chief producer dari Studio S selaku rumah produksi Doctor X, turut menjadi perhatian setelah mengunggah poster drama disertai tulisan “No Fear” di media sosial pada 24 Oktober 2026.
Unggahan singkat itu membuat warganet makin berspekulasi dan menganggapnya sebagai respons atas kritik yang beredar. Namun, Lee tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pesan tersebut.
(kha)