Cerita kemudian berkembang dengan memasukkan tokoh mantan presiden fiktif yang kedatangannya di rumah sakit turut memicu perdebatan penonton. Sebagian penonton menilai alur sejarah dan politik itu terasa mendadak karena berbeda dari fokus cerita sebelumnya.
Mereka mempertanyakan apakah materi tersebut sudah terintegrasi secara alami dengan konflik medis yang menjadi inti drama. Pernyataan yang beredar di komunitas penggemar meminta tim produksi menjelaskan alasan penggunaan latar Gerakan Demokratisasi 18 Mei dan keterkaitannya dengan keseluruhan cerita.
Mereka juga mempertanyakan bagaimana perubahan arah cerita tersebut berkaitan dengan karakter Gye Su Jeong yang telah dibangun dalam episode-episode sebelumnya. Selain itu, penggemar menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak penggambaran peristiwa sejarah terhadap para penyintas dan keluarga korban.
Meski meminta penjelasan, komunitas tersebut menegaskan bahwa penggunaan tema sejarah bukanlah persoalan yang mereka tentang secara mutlak. Mereka juga tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa tim produksi memiliki maksud politik tertentu.
Yang menjadi perhatian mereka adalah bagaimana peristiwa sejarah yang sensitif itu dimasukkan ke dalam cerita, serta apakah pengembangannya sudah cukup meyakinkan dan sesuai dengan karakter drama.
Perdebatan mengenai episode keenam Doctor X juga berkembang menjadi petisi di sistem petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan. Petisi bertajuk permintaan penghentian penayangan drama tersebut diajukan pada 24 Oktober 2026.