“Paling nyentil di akhir sih. Ketika bicara tentang hasil pemilu. Saat dibilang bahwa, apa... ‘yang percaya kurang banyak’. Tapi terus bilang, ‘yang penting jujur’,” ungkap Anies.
Menurutnya, kejujuran dalam politik tidak cukup hanya disampaikan sebagai janji selama kampanye. Calon pemimpin dan timnya juga harus mampu mempertanggungjawabkan proses yang telah dijalani, termasuk setelah pemilihan selesai.
“Ketika selesai proses kampanye, selesai proses pemilihan, calon dan timnya tidak malu menceritakan semua proses. Dan itu artinya dikerjakan dengan benar. Itu yang paling nyentil saya,” jelasnya.
Meski memuat berbagai referensi politik, Anies menilai film tersebut tetap berhasil menjalankan fungsinya sebagai hiburan. Ia mengapresiasi kreativitas tim produksi dalam merangkai cerita dan mengajak masyarakat menonton film tersebut.
“Dari awal sampai akhir, I enjoy the movie. This is fun, this is funny, it's entertaining,” ujar Anies.
(kha)