“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengimbau kepada pihak-pihak terkait yang memiliki keberatan, tuntutan, maupun permintaan pemenuhan kewajiban sehubungan dengan penggunaan materi dalam Film AIN, agar dapat menyampaikan dan mengoordinasikannya secara langsung kepada Manara Films,” demikian pernyataan MVP Pictures.
MVP Pictures juga menyampaikan bahwa Manara Films telah memberikan klarifikasi tertulis melalui media sosial mengenai peran MVP Pictures yang disebut hanya sebagai distributor film.
Di tengah polemik tersebut, MVP Pictures menegaskan komitmennya untuk menjunjung profesionalisme, menghormati hak kekayaan intelektual, serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam industri perfilman Indonesia.
Sementara itu, persoalan penggunaan rekaman suara Ashilla menjadi sorotan terkait komunikasi dan perizinan atas materi milik kreator yang digunakan dalam karya audiovisual. Hingga informasi ini disusun, klarifikasi MVP Pictures menitikberatkan pada pembagian tanggung jawab antara distributor dan rumah produksi.
(kha)