Mawar De Jongh Akui Punya Sifat People Pleaser, Belajar Sembuh Lewat Karakter Film

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2026 12:00 WIB
Mawar De Jongh Akui Punya Sifat People Pleaser, Belajar Sembuh Lewat Karakter Film. (Foto: Instagram/@mawar_eva)
Share :

JAKARTA - Berperan sebagai Karina dalam film People Pleaser, Mawar De Jongh mengaku memiliki pengalaman sebagai seorang people pleaser. Perasaan layaknya, selalu tersenyum di depan orang lain dan mengiyakan setiap permintaan belum tentu berarti seseorang benar-benar merasa nyaman. Bagi orang yang memiliki kecenderungan people pleaser, keinginan untuk menyenangkan orang lain justru bisa menjadi pergulatan batin yang tidak terlihat.

Oleh karenanya, aktris cantik itu menyebut dirinya cukup memahami konflik yang dialami karakternya itu.

Dalam konferensi pers film People Pleaser di XXI Senayan City, Jakarta pada Senin (12/10/2026), Mawar bercerita bahwa salah satu hal yang membuatnya tertarik mendalami Karina adalah pergulatan antara keinginan untuk menolak dan ketakutan menghadapi reaksi orang lain.

“Karena aku juga seorang people pleaser jadi kurang lebih tahu apa ya, perdebatan yang dia ada di dalam dirinya sendiri gitu. Kayak sebenarnya aku pengin bilang enggak, tapi gimana ya caranya,” ujar Mawar saat press conference dan rilis trailer People Pleaser.

Menurut Mawar, sisi people pleaser sering kali tidak terlihat ketika seseorang sedang berhadapan dengan orang lain. Mereka bisa tetap tersenyum dan mengatakan iya, meski sebenarnya memiliki keinginan berbeda.

Namun, perasaan itu bisa berubah ketika mereka sudah sendirian atau berada di dekat orang-orang yang membuatnya nyaman. Penyesalan setelah menyetujui sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan pun bisa muncul.

“Ketika dia berhadapan sama orang, dia akan senyum, dia selalu bilang iya. Tapi ketika di rumah dia kayak, ‘Aduh, seharusnya aku bisa ngelakuin hal yang lain. Kenapa aku enggak bisa nolak?’” tuturnya.

(Foto: Mei Sada Sirait/Okezone)

Bagi Mawar, memerankan karakter dengan dua sisi yang berbeda tersebut menjadi pengalaman menarik. Ia harus menggambarkan sosok yang terlihat menyenangkan di hadapan orang lain, tetapi menyimpan pergulatan batin ketika tidak bisa menyampaikan keinginan sebenarnya.

Pengalaman pribadinya sebagai seseorang yang juga mengaku memiliki kecenderungan people pleaser membuat konflik Karina terasa lebih dekat dengannya.

Dalam kesempatan itu, Mawar juga mengungkap perbedaan antara menjadi orang baik dan menjadi people pleaser. Menurutnya, keinginan untuk memperlakukan orang lain dengan baik memang bisa menjadi salah satu alasan seseorang terbiasa mengiyakan permintaan.

Namun, niat baik itu tidak seharusnya membuat seseorang terus-menerus mengorbankan dirinya sendiri.

“Ada orang-orang yang menjadi people pleaser karena dia ingin menjadi orang baik, tapi mungkin salah satu hal penting yang harus diingat, kita enggak bisa selalu mengorbankan diri kita sendiri sih,” jelas Mawar.

Ia menilai, seseorang tetap memiliki hak untuk menolak ketika memang tidak sanggup atau tidak ingin memenuhi permintaan orang lain. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana penolakan itu disampaikan.

Menurut Mawar, komunikasi menjadi kunci agar seseorang bisa menetapkan batasan tanpa harus mengabaikan perasaan orang lain.

“Ada kalanya kita bisa bilang enggak, ada kalanya kita bisa menolak. Mungkin komunikasi itu menjadi salah satu kunci yang paling penting sih, gimana cara pendekatannya, gimana kita nolak,” lanjutnya.

Tak hanya dekat dengan karakternya, Mawar ikut belajar untuk berhenti menjadi people pleaser. Ia semakin memahami bagaimana batasan membahagiakan orang lain, tanpa mengorbankan diri sendiri.

(ant)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Celebrity lainnya