JAKARTA - Aisar Khaled mengunggah sebuah pesan panjang di media sosial usai dilaporkan sebuah agensi asal Indonesia atas dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan sisa kewajiban mencapai Rp5,7 miliar.
Dalam unggahannya, Aisar menyebut, laporan polisi itu merupakan salah satu upaya untuk menjatuhkannya. “Banyak orang ingin melihat aku jatuh. Mereka menunggu saat aku lemah, berharap aku gagal, bahkan mungkin merasa bahagia ketika melihat aku terluka,” ujarnya.
Content creator 26 tahun itu mengaku, banyak orang yang terlihat baik di depannya namun ternyata menusuknya dari belakang. Ada pula yang mengaku sebagai teman, namun ternyata sangat ingin melihatnya hancur.
“Aku tahu, tidak semua orang menyukaiku, dan aku juga tidak bisa memaksa semua orang untuk memahami perjuanganku. Terluka bukan berarti kalah. Aku mungkin bisa dipatahkan, tetapi aku akan selalu mencari cara untuk bangkit kembali,” imbuhnya.
Lebih jauh Aisar Khaled memastikan, jika suatu hari nanti dia berhasil bangkit dari permasalahannya saat ini, dia tidak akan sibuk membalas siapa pun. Aisar menambahkan, meski banyak orang yang berharap dirinya jatuh, namun dia tidak akan menyerah.
“Ribuan orang membenciku tetapi aku percaya jutaan manusia di Indonesia senang dengan kehadiran diriku. Aku cuman seorang anak dari Malaysia yang ingin berbagi kebahagiaan di Indonesia. Bismillah, aku kuat,” imbuhnya.