JAKARTA – Kalau biasanya seorang chef sibuk memikirkan rasa, tekstur, dan presentasi makanan, VISION+ Original series My Chef in Crime menghadirkan cerita tentang Rama (Roy Sungkono) yang justru harus menggunakan keahliannya untuk menghadapi sesuatu yang jauh lebih rumit, yakni pembunuhan.
Alih-alih hanya berurusan dengan dapur dan pelanggan restoran, pemilik Chef’s Table Kalu Warga ini mendadak terseret menjadi tersangka utama dalam kematian rivalnya, Chef Anthony.
Sebelum lanjut, klik link di sini untuk nonton keseruan My Chef in Crime di VISION+.
Masalahnya, Rama bukan sekadar chef biasa. Ia memiliki pengetahuan kuliner sekaligus kemampuan yang membuatnya mampu membaca sesuatu yang mungkin luput dari penyidik. Ketika hasil otopsi menunjukkan adanya zat berbahaya dalam tubuh Chef Anthony, kemampuan Rama pun menjadi bagian penting dalam mengurai kasus tersebut.
Lantas, apa yang membuat perjalanan Rama menarik untuk diikuti? Berikut beberapa alasan mengapa karakter Rama menjadi salah satu daya tarik utama My Chef in Crime.
Rama mungkin lebih terbiasa berdiri di balik meja dapur daripada berada di ruang interogasi. Namun, semuanya berubah setelah Chef Anthony Fahrozi ditemukan tewas di dapur restorannya.
Bukti yang ada membuat Rama langsung berada dalam posisi sulit dan ditahan karena dicurigai terlibat dalam pembunuhan. Ironisnya, satu-satunya cara Rama untuk keluar dari masalah justru dengan melakukan sesuatu yang paling ia kuasai: memasak dan memahami makanan.
Sebagai chef, Rama tidak membantu penyelidik karena ia ingin, tetapi karena hidupnya sendiri dipertaruhkan.
Inilah salah satu konsep yang membuat My Chef in Crime terasa berbeda. Dalam cerita kriminal, petunjuk biasanya berupa sidik jari, rekaman CCTV, senjata, atau hasil pemeriksaan forensik. Namun, Rama memiliki cara membaca bukti yang berbeda. Ia melihat sesuatu dari sudut pandang seorang chef.
Teknik memasak yang bagi orang lain terlihat biasa saja bisa memiliki arti berbeda baginya. Bahan makanan yang dianggap sepele dapat mengarah pada sebuah fakta penting. Bahkan sebuah hidangan bisa menjadi bagian dari teka-teki yang harus dipecahkan.
Konsep ini sejalan dengan premis utama serial My Chef in Crime, yaitu menjadikan teknik kuliner sebagai kunci investigasi. Senjatanya adalah teknik, petunjuknya berasal dari cara memasak, sementara rasa dan metode menjadi bagian dari proses mengungkap kasus.
Jadi, jangan heran kalau setelah menonton serial ini, kamu mulai memandang dapur dengan cara berbeda. Siapa tahu, sesuatu yang terlihat seperti sekadar bumbu ternyata menyimpan cerita lain.
Kalau kamu mengira My Chef in Crime hanya akan berkutat pada pertanyaan tentang siapa pembunuh Chef Anthony, siap-siap dibuat penasaran lebih jauh.
Investigasi Rama dan Vita (Sintya Marisca) perlahan membawa mereka menuju kasus yang jauh lebih besar, berkembang menjadi dugaan pembunuhan berantai.
Kasus pembunuhan Chef Tony ternyata membuka kembali luka lama yang selama ini terkubur. Rama mulai mencurigai adanya hubungan antara kematian Chef Tony, perdagangan ilegal, dan hilangnya sang adik.
Semakin dalam ia menggali kasus tersebut, semakin sulit pula baginya memisahkan antara seorang chef yang ingin membersihkan namanya dan seorang kakak yang ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada adiknya.
Meski membawa kasus pembunuhan, perdagangan manusia, dan konspirasi, serial My Chef in Crime tidak sepenuhnya dibuat gelap.
Cerita Rama dan Vita menghadirkan unsur slow burn romance, sementara dinamika Bayu dan Anya memberikan sisi hubungan yang berbeda. Di tengah tekanan investigasi, serial ini juga menyelipkan humor dan kehangatan keluarga agar cerita tidak terasa terlalu berat.
Jadi, kamu tidak hanya dibuat sibuk menebak siapa pembunuhnya, tetapi juga diajak mengikuti hubungan antarkarakter yang perlahan berubah seiring kasus semakin dalam.
My Chef in Crime tidak sekadar menawarkan cerita tentang chef yang terseret kasus pembunuhan. Serial ini mencoba mengubah sesuatu yang akrab seperti makanan dan dapur, menjadi bagian dari teka-teki kriminal.
Ketika teknik memasak dapat menjadi petunjuk, bahan makanan bisa mengungkap identitas, dan seorang chef mampu membaca jejak yang tidak terlihat oleh orang lain, dapur berubah menjadi tempat investigasi.
Jawabannya perlahan akan terungkap seiring berlanjutnya investigasi dalam serial My Chef In Crime. Saksikan original series My Chef In Crime hanya di VISION+ tayang setiap hari Jumat. Jangan lupa aktifkan paket VISION+ Premium Rp20.000 per bulan!
(ant)