JAKARTA - Sutradara Hanung Bramantyo dan oknum militer yang menganiaya karyawannya di hadapan sang putri, Kala Madali, resmi berdamai melalui Pengadilan Militer.
Langkah damai melalui Pengadilan Militer diambil untuk memastikan prosedur legal yang jelas bagi kedua belah pihak. “Apa yang sudah terjadi tidak merugikan satu sama lain sekarang, tetapi menjadi semacam ukhuwah yang baik,” ujar Hanung.
Meski secara psikologis dirugikan, namun Hanung ingin memberikan pelajaran kepada sang buah hati tentang cara memaafkan seseorang. Baginya, pemaafan harus berjalan beriringan dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.
“Proses memaafkan harus dilakukan dengan cara yang legal dan sesuai prosedur. Bukan pada saat kejadian terus kita diminta segera minta maaf, bukan begitu. Tetapi kita menempuh jalur hukum yang ada,” ungkapnya.
Hanung Bramantyo juga memastikan, pihak keluarga telah memberikan maaf kepada terdakwa. Kendati demikian, ia tetap menyerahkan seluruh keputusan akhir mengenai vonis kepada mekanisme hukum yang ada di militer.
“Kalau ditanya apakah orang tua Kala memaafkan pelaku? Kami bilang kami memaafkan. Terus apakah proses ini akan dilanjutkan atau bebas? Saya akan bilang, sesuai dengan proses hukum saja,” tutur sang sutradara.
Kini, sutradara Ayat-Ayat Cinta itu menganggap masalah tersebut telah selesai secara baik. Ia pun mengapresiasi institusi militer yang telah memfasilitasi proses mediasi tersebut dengan transparan.*
(SIS)