"Buat aku, visual bukan pelengkap lagu, tapi bagian dari cara bercerita. Ada perasaan-perasaan yang mungkin sulit dijelaskan lewat lirik saja, tapi bisa langsung terasa lewat warna, pencahayaan, atau ruang yang kita lihat."
Ke depan, Aruma ingin menghadirkan identitas visual yang kuat sehingga setiap karya memiliki ciri khas yang mudah dikenali.
"Ke depannya aku ingin setiap karya punya dunianya sendiri. Jadi ketika orang melihat sebuah frame, warna tertentu, atau simbol tertentu, mereka langsung merasa, 'Ini dunia Aruma.' Aku ingin visualnya terasa sinematik, intim, dan penuh detail kecil yang bisa ditemukan setiap kali orang menontonnya lagi."
Demi mewujudkan konsep tersebut, Aruma bahkan berencana mempelajari dasar-dasar akting. Menurutnya, kemampuan berakting dapat membantu menyampaikan emosi secara lebih jujur saat tampil dalam karya visual.
"Karena menurutku menyanyi juga bentuk akting, dalam arti kita sedang menghidupkan sebuah emosi. Walaupun ceritanya berasal dari pengalaman pribadi, tetap ada proses menerjemahkan perasaan itu supaya bisa sampai ke orang lain," jelas Aruma.
"Aku ingin belajar akting bukan untuk menjadi orang lain, tapi supaya aku bisa lebih jujur saat menyampaikan cerita. Kadang ekspresi yang kecil atau tatapan mata saja bisa menyampaikan sesuatu yang nggak perlu dijelaskan dengan kata-kata," tambahnya lagi.