JAKARTA - Perubahan cara orang menemukan lagu baru membuat media sosial memiliki peran besar dalam perjalanan musik digital. Kini, sebuah lagu bisa lebih dulu dikenal melalui potongan sound di TikTok sebelum akhirnya dicari dalam versi penuh di Spotify, YouTube, atau platform streaming lain.
Pola inilah yang ikut dirasakan Mhd Daniel, musisi asal Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang dikenal dengan nama panggung Danil Muzik.
Melalui lagu “Masa Depanmu”, Daniel melihat bagaimana TikTok dapat menjadi ruang awal bagi sebuah karya untuk menjangkau pendengar lebih luas. Lagu tersebut bukan hanya diputar di platform musik, tetapi juga digunakan dalam berbagai konten video pendek. Dari sana, “Masa Depanmu” bergerak dari sound yang ramai dipakai pengguna menjadi lagu yang dicari pendengar dalam versi penuh.
Daniel tidak menutup mata terhadap perubahan tersebut. Ia melihat TikTok sebagai salah satu jalur penting untuk memperkenalkan musik kepada publik, khususnya bagi musisi yang tumbuh dari ruang digital. Menurutnya, kecepatan penyebaran konten di TikTok memberi peluang besar bagi musisi lokal untuk mendapat perhatian, selama lagu yang dibuat memiliki bagian yang mudah diingat dan dekat dengan kebiasaan pengguna.
Bagi Daniel, strategi membuat lagu di era digital tidak hanya berhenti pada produksi musik. Seorang musisi juga perlu memahami bagian mana dari lagunya yang berpotensi dipakai ulang oleh pengguna media sosial. Dalam “Masa Depanmu”, ia menyiapkan bagian lirik yang dianggap mudah disukai dan cocok digunakan sebagai potongan sound.
“Iya, betul sekali, karena saya menargetkan viral di TikTok. Saya buat part lirik yang memang mudah disukai. Setelah viral, baru saya arahkan ke platform streaming,” ujar Daniel.
Strategi tersebut kemudian memberi dampak besar terhadap perjalanan lagu “Masa Depanmu”. Berdasarkan keterangan Daniel, sound lagu tersebut telah digunakan sekitar 500 ribu pengguna TikTok. Sementara itu, versi original “Masa Depanmu” mencapai 7,3 juta streaming di Spotify dan versi speed up meraih 6,6 juta streaming.