JAKARTA - Aktris Rachel Amanda membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan S2 di Amsterdam, Belanda. Sebagai salah satu penerima beasiswa, bintang film Mencuri Raden Saleh ini membongkar realita kegiatan mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri melalui beasiswa.
Amanda mengungkapkan kehidupan sebagai mahasiswa penerima beasiswa tak seindah yang dibayangkan.
Menurutnya, fokus utama mereka adalah belajar demi menjaga amanah beasiswa yang diberikan demi lulus tepat waktu.
"Sekolah. Ya karena kita anak beasiswa ya, jadi kita harus lulus ya. Gitu, jadi ya pasti banyakan belajar, eh ya kalau aku pribadi sih kemarin bener-bener fokus untuk menyelesaikan sekolah," ujar Rachel Amanda saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Selama kuliah, Rachel Amanda mengaku waktunya habis tersita untuk mengerjakan tugas akademik. Ini karena dirinya mengambil program studi yang hanya berdurasi satu tahun.
Jadwal yang padat membuatnya jarang memiliki waktu luang untuk sekadar berjalan-jalan maupun berorganisasi.
"Lumayan (stres), karena cuma setahun ya. Jadi kerjanya sih nugas mulu gitu. Maksudnya padat gitu kayak jarang-jarang bisa pergi lama ke mana-mana sih. Karena memang bener-bener tiap minggu tuh nugas, nugas, nugas," ungkapnya.
Selain tekanan akademik, Rachel Amanda juga menyinggung soal beben moral sebagai penerima beasiswa.
"Misalnya kita cuma dikasih setahun gitu, ya harus bener-bener setahun gitu. Nggak boleh, ya karena kan misal programnya memang setahun. Ya kita kan nggak bisa nambah-nambah jadi 1,5 tahun, maksudnya harus harus kita bela-belain lulus dalam setahun gitu," jelasnya.
Pengalaman Rachel Amanda beradaptasi dengan budaya komunikasi di Belanda juga tak luput dari tantangan.
Hal ini sempat membuatnya terkejut saat awal perkuliahan, terutama ketika berhadapan dengan kritik dari dosen.
"Dosenku bisa bilang, 'tulisan lo tuh jelek ya'. Gitu. Dan itu ya kita sebagai orang Asia kaget kan awalnya. Tapi buat mereka itu biasa aja, kayak 'ya itu gue cuma jujur, tapi bukannya ngejelekin ya'. Tapi dia akan ngasih solusinya, 'gue refer lo ke teman dosen gue yang bagian penulisan ya jadi lo bisa belajar sama dia'," kenang Rachel.
Sekadar informasi, Rachel Amanda telah merampungkan studi magisternya di University of Amsterdam dengan jurusan Communication Science (Entertainment Communication) lewat jalur BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) pada 2024 silam.
Setelah mengantongi ijazah S2-nya secara fisik, Rachel Amanda merasa lega dan bangga. Ia merasa kerja kerasnya terbayar lunas dengan ilmu dan gelar yang kini ia sandang.
(kha)