JAKARTA - Industri film horor Tanah Air kembali diramaikan dengan sajian mencekam yang diangkat dari kisah nyata. Film tersebut bertajuk "Asrama Putri" yang dijadwalkan menghantui bioskop mulai 19 Februari 2026.
Film yang disutradarai oleh Wishnu Kuncoro ini menjanjikan pengalaman horor yang berbeda. Tak hanya sekadar teror gaib, "Asrama Putri" juga membedah sisi gelap kehidupan kampus dan isu sosial yang jarang terungkap.
Aktris Dea Annisa yang memerankan karakter Gwen, mengungkap tantangan terbesarnya selama proses syuting. Sebab, Dea harus melawan rasa takutnya sendir akan hal-hal mistis.
Karakter Gwen yang digambarkan sebagai sosok mahasiswi yang sangat pemberani pun dinilai bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.
"Beda banget karakter Gwen sama aku sehari-hari. Gwen ini pemberani, kalau aku sih penakut banget terhadap hal-hal berbau horor," ungkap Dea Annisa dikutip dari keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Sutradara Wishnu Kuncoro menegaskan bahwa film ini diangkat dari kejadian nyata dalam sebuah kampus di Bogor. Selain plot twist yang sulit ditebak, film ini juga memberikan edukasi mengenai perbedaan sudut pandang antara medis dan hal awam terkait fenomena kesurupan.
"Intinya ini menceritakan kejadian aneh yang benar-benar terjadi pada mahasiswi di sana. Kami mengungkap sisi mistis sekaligus mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan asrama," tambah Dea Annisa.
Menilik sinopsisnya, cerita bermula saat Mia (Mawar Butterfly), seorang dosen baru di sebuah kampus ternama di Kota Bogor, disambut oleh peristiwa mencekam berupa kesurupan massal para mahasiswi.
Meski pihak rektorat yang dipimpin Liza (Monique Henry) mencoba menutupi keadaan, teror justru semakin liar.
Seorang mahasiswi bernama Loly (Nadya Ulya) menjadi sasaran empuk gangguan makhluk halus. Namun, di balik dinding asrama yang dingin, tersimpan praktik bisnis prostitusi terselubung yang dijalankan oleh Miko (Bima Prawira) dan Beny (Surya R Kusumah).
Misteri semakin memuncak dengan munculnya sosok hantu bernama Sally (Nasywa Auliya). Bersama Gwen (Dea Annisa), Mia berusaha memecahkan teka-teki melalui buku harian tua milik Sally yang menyeret nama seorang dosen senior, Lazuardi (Samuel Rizal).
(kha)