Intan Putri dari Lampung tumbuh dari keluarga pekerja keras. Perjuangan sang ayah dan doa orangtua menjadi pijakan kuat baginya untuk melangkah dengan penuh keyakinan di setiap panggung.
Tama Alif, juga dari Lampung, membawa mimpi sederhana namun dalam. Dia ingin melihat senyum bahagia ayah dan ibunya terwujud lewat keberhasilannya di KDI.
Sementara itu, Bela dari Mukomuko menyanyikan setiap lagu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan demi masa depan adiknya.
Raini dari Pekalongan tumbuh dalam kehangatan cinta ibu dan musik, menjadikan hubungan keluarga sebagai kekuatan utama dalam perjalanan mimpinya.
Safa dari Lahat sempat berada di titik hampir menyerah setelah audisi yang berat. Namun dia terus bertahan, menembus gerbang demi gerbang hingga akhirnya berdiri di Top 9.