JAKARTA - Musisi Bunga Bangsa berhasil meraih rekor Muri. Bunga Bangsa mendapatkan rekor Muri atas aksi Remaja Perempuan Penabuh Drum Terlama yakni 22 Jam pada 2021.
Kini, Bunga Bangsa mencoba menghadirkan single kedua bertajuk Prahara Rusaking Jagad (Peristiwa Rusaknya Bumi) pada tanggal 25 Mei 2022.
"Aku merilisnya tepat seminggu sebelum ulang tahun ku yang ke-17," ujar Bunga Bangsa dalam keterangan tertulisnya.
Bunga Bangsa memiliki misi untuk melestarikan budaya, Bahasa dan music tradisional di Indonesia. Ia masih menggunakan Bahasa jawa sebagai lirik dalam single terbarunya.
"Selain itu beberapa alat music tradisional Indonesia seperti gamelan, seruling, kecapi dan kendang dibalut apik dalam kesatuan utuh dalam komposisinya bersamaan dengan music khas Bunga Bangsa yang modern dan bergenre Proggressive Metal," ujarnya.
rahara Rusaking Jagad bercerita tentang peristiwa rusaknya bumi akibat ulah manusia yang memanfaatkan Bumi secara berlebihan dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan golongannya tanpa memikirkan dampak Panjang terhadap keberlangsungan seluruh makhluk hidup di Bumi.
Pada pembuatan Video Klip tersebut, Bunga Bangsa berkolaborasi dengan beberapa musisi besar di Tanah Air; Agung Hellfrog (Burgerkill), Hinhin (Nectura), Arief (Kapten), Ady Julian (Yovie n Nuno), Artmay Studio Tari, dan Kelompok Musik Tradisional Swarantara.
Berikut Lirik Prahara Rusaking Jagad
Bumi nangis pada diduduki
Wiwit daratan tekan lautan
Den kuras rojo branane
Kamongko kabeh iku
Dadi srono racketing bumi
Yen kabeh dikeduki ringkih buminipun
Banjir bandang, bumi longsor
Lindu prakempa tekan sunami…sunami
Gunung jebluk…muntah lahar
Arti Dalam Bahasa Indonesia
Bumi menangis karena dikuasai
Dari daratan hingga lautan
Dikuras kekayaannya (miskin)
Padahal semua itu
Jadi sarana bumi merekat
Kalau semua digunakan berlebih akan mudah rusak buminya
Banjir bandang, tanah longsor
Gempa hingga Tsunami
Gunung Meletus…mengeluarkan lahar
(aln)