Rasa frustasi membuat keempatnya hanya mengisi hari-hari dengan bermain gaple di sebuah gubuk pinggir kali. Hingga orang tua Mae (Meriam Bellina dan Jaja Mihardja) memilih untuk mencarikan jodoh di luar kampung untuk anak mereka yang tomboy dan tidak pandai merawat diri.
Suatu hari datang seorang pemuda dari luar kampung yang ingin berkenalan dengan Mae. Sayangnya, Mae kurang tertarik dengan pemuda bermotor bebek itu. Hingga tiba saatnya ketiga teman lelakinya mengambil alih perjodohan tersebut dengan mengerjai habis-habisan pemuda tersebut.
Gagal dengan pemuda bermotor bebek, Mae kembali dihampiri oleh seorang pemuda bertubuh kekar. Sayangnya, Mae kembali menolak pria tersebut hingga bos dari pemuda kekar itu turun tangan.