Ogah dijuluki pembohong, anak itu nekat berenang ke tengah laut yang membuatnya tenggelam. Saat itulah putri duyung kecil menyelamatkan Dam Ryeong dan menariknya ke tepi pantai.
Setelah sadar Dam Ryeong memperkenalkan dirinya kepada sang putri duyung. Namun dia tak memiliki nama, sehingga Dam Ryeong menawarkan untuk memberikannya nama. “Jika kau belum punya nama, aku akan menamaimu Se Hwa yang berarti anak yang bersinar terang,” ujarnya.
Setelah musim panas berakhir, Dam Ryeong kembali ke rumahnya do Hanyang. Namun dia selalu merindukan pantai, demi bisa bertemu Se Hwa. Dia bahkan selalu merengek kepada orangtuanya agar bisa diizinkan ke rumah sang nenek.
Dam Ryeong dan Se Hwa pun tumbuh dewasa bersama. Hingga suatu hari, Dam Ryeong dijodohkan orangtuanya dan dia menyampaikan rencana pernikahan itu pada Se Hwa. “Apa itu menikah?” tanyanya.
Pertanyaan itu dijawab Dam Ryeong dengan, “Aku harus hidup berdua dengan gadis lain, dan hanya bisa menyukai dan merawat gadis tersebut.”