"Kita kan enggak pernah tahu FFI dari tahun 1954 sampai 2018 kemarin kuratornya siapa sehingga semua orang bingung kan pilihannya kok ini, kok itu, tapi kan sekarang udah dipagerin sama kurator bahwa yang dijuriin hanya 38 film. Nah, nanti dari nominasi ini seluruh membership FFI akan voting lagi melalui online vote untuk pemenang Piala Citranya," papar Nia Dinata.
Metode ini, lanjut Nia Dinata, sudah mulai diperkenalkan sejak 2017. Nia yang mulai menjadi Ketua Penjurian sejak 2018 lalu mencoba mencari cara agar sistem penjurian menjadi lebih adil.
Baca Juga:
Putus dari Betsalel Fdida, Nikita Mirzani Punya Pacar Baru
Bangga, Anggun Bikin Sejarah Baru di Televisi Perancis
"Jadi, kami cuma memperbaiki sistem aja sih. Apa yang kurang, masa orang harus nonton ratusan film sih, kita harus bikin kisi-kisi, pakai kisi-kisi perfilman yang seluruh dunia pakai tapi kita tambahkan Bhinneka Tunggal Ikanya karena kan gak semua negara punya prinsip itu. Jadi baru tahun ini diperbaiki seperti itu," jelasnya.
FFI sendiri baru saja mengumumkan nama-nama nominasi yang akan bertarung. Film Bumi Manusia dari Falcon Pictures dan Dua Garis Biru dari Starvision menjadi pemimpin dengan masing-masing mendapat 12 nominasi.
(aln)