Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan yang Tak Dihargai di Negeri Sendiri

Vania Ika Aldida, Jurnalis
Minggu 11 Agustus 2019 08:04 WIB
Pramoedya Ananta Toer (Foto: Ilustrasi Feri Usmawan/Okezone)
Share :

JAKARTA - Pramoedya Ananta Toer merupakan satu-satunya sastrawan Indonesia yang berhasil mendapatkan nominasi Nobel Sastra sebanyak enam kali. Karya-karyanya yang tergabung dalam Tretalogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca) membuatnya dikenal hingga ke kancah internasional.

Baca Juga: Kisah Pramoedya Ananta Toer Jelang Akhir Hayat

Enam kali menjadi nominasi Nobel Sastra, rupanya tak ada satu pun piala yang berhasil ia bawa pulang. Bergabungnya Pram dalam Lekra menjadi salah satu alasan dirinya tak sampai bisa meraih satupun Nobel Sastra.

Meski begitu, Pram tetap berhasil menjadi sastrawan Indonesia yang mendapatkan puluhan penghargaan internasional. Sebut saja, Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS (1988), Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS (1989), hingga Centenario Pablo Neruda, Chili (2004).

Bukan hanya itu, di 1995, Pram pun pernah mendapatkan hadiah berupa medali dari Filipina. Kala itu ia mendapatkan medali bergambar wajah Presiden ketiga Filipina, Ramon Magsaysay, serta uang sebanyak USD 50.000.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya