Film Berkembang, Layar Bioskop Terus Bertambah

Alan Pamungkas, Jurnalis
Sabtu 19 Mei 2018 23:54 WIB
Layar Bioskop (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Perfilman Indonesia seiring berjalannya waktu terus berkembang ke arah positif. Industri kreatif sedang berada dalam track yang seharusnya karena menjadi salah satu pendorong ekonomi bangsa.

Banyak sineas yang telah hadir memberikan warna lewat genre film yang beragam. Tren satu genre yang mendominasi bioskop pun mulai hilang karena penonton diberikan pilihan genre film yang beragam.

Untuk mendukung tingginya animo penonton Indonesia, layar lebar alias bioskop pun harus bisa bertambah. Dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta, jumlah layar bioskop saat ini tentu belum memadai.

(Baca Juga: Musisi yang Tampil di Pernikahan Meghan Markle dan Pangeran Harry)

(Baca Juga: Ahmad Dhani dan Maia Estianty Hadir di Wisuda, Dul: Doa Saya Diijabah)

Presiden Jokowi dalam memberikan sambutan di Hari Perfilman beberapa waktu lalu menjelaskan jika Indonesia kekurangan 4000 gedung bioskop. "Normalnya 5.000 hingga 6.000. Berarti masih kurang sekitar 4.000," ujar Jokowi dalam sambutan acara Peringatan Hari Film Nasional.

Dari semangat ini maka hadirlah Peraturan Presiden (Perpres) No.44 Tahun 2016, dimana pemodal asing bisa berinvestasi bioskop di Indonesia.

Sementara itu, menurut produser film kawakan, Manoj Punjabi jumlah layar di Indonesia harus bisa berkembang demi bisa memuaskan hasrat penonton.

"Jumlah saat ini, itu tidak bisa memfasilitasi penonton potensial di Tanah Air," kata Produser film Manoj Punjabi, yang juga Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI).

Kini data terbaru dari Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Indonesia memiliki 305 bioskop dengan 1641 layar dari tetaer ternama seperti XXI, Cinemaxx hingga CGV Blitz.

Sementara itu, CEO Cinema 21, Hans Gunadi menjelaskan bahwa saat ini penambahan layar bioskop terus diupayakan. Penambahan layar tentu diimbangi dengan kualitas yang tinggi.

"Dengan 1003 layar yang tersebar di 43 kabupaten dan kota, kami memastikan bahwa standar kualitas pelayanan dan kenyamanan yang diberikan akan selalu sama dan terjaga di seluruh lokasi bioskop kami,” kata Hans Gunadi.

Menonton film diyakini bagian dari gaya hidup. Maka dari itu, ketika menembus 1000 dinilai upaya yang patut diapresiasi karena bisa menambah pilihan masyarakat untuk menonton film.

“Kami yakin tontonan bioskop sudah menjadi lifestyle hiburan yang sehat dan ekonomis. Harga tiket kami sangat terjangkau dibanding harga tiket bioskop di luar negeri, malah hampir setengahnya. Kami percaya penonton harus mendapatkan fasilitas dan pelayanan terbaik dengan harga yang affordable’” lanjut Catherine Keng, Corporate Communication, Cinema 21.

Di industri Hollywood, Amerika Serikat memiliki kurang lebih 40 ribuan layar bioskop. Kemudian disusul China dengan yang juga mencapai akang 40 ribuan. Korea Selatan yang industri hiburannya meningkat, memiliki 4000-an layar bioskop dengan jumlah penduduk 51,25 juta jiwa.

(aln)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya