Ani, sang ibunda, juga mendukung penuh cita-cita Rian. Ia memang sempat merasa jalur hidup Rian tidak lazim untuk keluarga non-musisi, namun setelah melihat keinginan Rian, hatinya tergerak untuk mendukung sang anak. Malah, seluruh fasilitas yang diminta Rian selalu dituruti. Ini juga disebabkan karena Rian tergolong sangat pede saat bernyanyi.
“Ngajarin enggak ada ya, karena musik itu bukan dunia saya. (Tapi) Kalau Rian galau, sekarang saya arahin ke musik. (Rian) Jelas alasannya apa, arahannya ke mana, targetnya apa. Segala kebutuhan di sekolah saya penuhi, misalnya butuh alat musik apa, dan di rumah pasang Wi-Fi untuk referensi dia,” timpal Ani.
Rian, yang baru duduk di kelas I, mengaku belajar jauh lebih banyak dari sekadar bernyanyi atau bermain alat musik. Baru satu semester, ia sudah belajar berbagai notasi baru yang nantinya akan digunakan untuk single terbarunya. Sayangnya, judul, isi, maupun tanggal perilisan single itu masih dirahasiakan.
“Di sekolah musik ini tarik suaranya agak kurang, cuma memperdalam sejarahnya terus main musiknya, nguasain alat musik baru, notasi baru, terus lebih ke teorinya,” ucap Rian.
Yang bisa Rian bocorkan dari sekarang adalah bahwa lagu-lagunya ke depan akan bercerita tentang transisinya ke masa remaja. Di antaranya, ada obrolan laki-laki remaja yang mulai slengekan dan pengalaman asmara pertamanya menyukai seorang gadis.