Namun, Fajar Bustomi pun berusaha menjelaskan kala proses pemindahan media dari buku ke sebuah film tentu akan berbeda. Sejak saat itu, Pidi Baiq mengerti dan mempercayakan setiap karya yang akan dilakukannya untuk film Dilan 1990.
"Banyak (adegan), sampai bilang 'Aku mau itu' sampai gitu Whatsapp saya ya gimana, tapi sabar. Mungkin dalam berkarya harus ada yang seperti ini, di film tidak semuanya bisa masuk," papar Fajar.
"Saya pun kalau jadi penulis novel, itu kan karya kita. Kalau ada bagian yang dipotong pasti marah. Ketika novel kamu sudah dibuat jadi film, jadi kamu harus siap, harus diserahkan ke film maker," tambahnya.
Baca Juga: Love Over, Buah Karya Kerjasama Sineas Indonesia dan Thailand
(edi)