JAKARTA – Blade Runner 2049 menjadi salah satu film yang paling dinantikan di tahun 2017. Banyak faktor yang membuat film ini sangat dinantikan oleh para penikmat film di seluruh dunia.
Faktor pertama yang membuat film ini sangat dinantikan adalah karena film ini merupakan sekuel dari film Blade Runner yang dirilis di tahun 1982. Butuh waktu selama 35 tahun hingga film ini akhirnya merilis sebuah sekuel. Tentu saja semua orang menaruh ekspektasi tinggi untuk melihat hasilnya.
Faktor kedua adalah film ini dibintangi oleh bintang-bintang kelas A Hollywood. Sebut saja ada Harrison Ford, yang merupakan bintang utama di film pertamanya, lalu ada Ryan Gosling, Jared Leto, dan bahkan Dave Bautista.
Faktor ketiga adalah sutradara Dennis Villeneuve. Siapa yang tak kenal dengan sutradara satu itu. Karya-karyanya seperti Prisoners, Sicario, atau bahkan film terakhirnya Arrival selalu mendapat respons baik dari para kritikus film dunia.
Dennis sendiri sebenarnya bukan tipikal sutradara yang ingin menggarap sebuah sekuel film. Namun, ia akhirnya mau menenggelamkan egonya setelah melihat naskah skenario dari Blade Runner 2049. Ia sadar betul bahwa tanggung jawab besar dipikul olehnya karena harus mampu memuaskan para penggemar dari film sebelumnya.
“Aku tahu setiap penggemar yang datang ke bioskop akan membawa tongkat baseball. Aku sadar akan hal itu dan menghormatinya, dan itu tak masalah karena bagiku itu adalah sebuah seni. Seni adalah resiko dan aku harus mengambil resiko itu,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Dengan segala pengalaman dan kemampuannya dalam menggarap film sci-fi, Dennis pun menjawab keraguan para penikmat film dengan sebuah jawaban tegas. Blade Runner 2049 adalah sebuah mahakarya. Dennis berhasil memvisualkan skenario bagus yang dibacanya menjadi sebuah film indah dari segala aspek film.