Hirshenson meneruskan, "Kami kembali dan melihat Daniel. Anak yang satunya terlihat hebat tapi mudah diserang, dan sangat terlihat seperti Harry, tapi selain itu, Harry akan menjadi anak yang sangat powerful. Dan Daniel punya kedua sisi itu. Dia sangat rentan, tapi anak yang lain seperti, dia tak akan punya kekuatan yang dimiliki Daniel."
Dengan itu, pilihan pun jatuh pada Radcliffe. Tim casting lantas membawa Watson, Grint, dan Radcliffe ke kantor Columbus tanpa memberitahu mereka bertiga apapun. Dan mereka tahu pilihan mereka tepat ketika melihat Watson, Grint, dan Radcliffe berbicara pada satu sama lain persis seperti ketika Hermione, Ron, dan Potter berbincang.
"Ada senyum di wajah JK Rowling (kala itu). Mungkin karena dia tahu itu adalah magic," pungkas Hirshenson.
Jalan panjang yang ditempuh tim casting untuk mendapatkan pemeran Harry Potter berbuah manis. Dengan chemistry apik Radcliffe, Watson, dan Grint, sosok Harry Potter, Hermione, dan Ron menjadi salah satu trio paling legendaris dari dunia film yang diidolakan banyak orang.
(edh)